Peranan Milla dalam Pembuatan Kurikulum Sepak Bola Indonesia

Patrick Pinaria    •    10 November 2017 12:17 WIB
pssipembinaan sepakbola
Peranan Milla dalam Pembuatan Kurikulum Sepak Bola Indonesia
Luis Milla. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meluncurkan buku kurikulum pembinaan sepak bola Indonesia. Dalam pembuatan kurikulum tersebut, PSSI melibatkan pelatih timnas Indonesia Luis Milla.

Menurut Direktur Teknik dan High Performance Unit PSSI, Danurwindo, pihaknya berdiskusi dengan Milla. Tujuannya agar bisa mempelajari kelebihan filosofi Milla untuk bisa dimasukkan ke dalam kurikulum sepak bola Indonesia.

Namun, tak hanya Milla. Danurwindo memastikan mempelajari banyak filosofi negara-negara lain untuk dipetik ke filosofi Indonesia. Termasuk negara-negara seperti Swedia, Italia, dan Rusia. Kebetulan, Danurwindo punya pengalaman di dunia kepelatihan di ketiga negara tersebut.

"Pengaruh jelas ada. Sebab kita ingin berkonsultasi dan meminta pendapat dari Milla sebagai mantan pemain di Spanyol. Kelebihan-kelebihan apa yang bisa dipetik dari permainan Milla," ujar Danurwindo dalam acara peluncuran buku kurikulum sepak bola Indonesia di kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

"Saya juga pernah punya pengalaman di Italia, saya juga pernah di Swedia, pernah jadi asisten pelatih di Rusia. Dari hal-hal ini, kita kemas semua ke dalam pembuatan kurikulum ini," tambahnya.

Baca: Indra Sjafri Menjawab Isu Pemecatan Dirinya


Terdapat beberapa filosofi dan model latihan yang dituangkan dalam buku setebal 165 halaman tersebut. Di antaranya adalah cara menyerang, bertahan, dan transisi.

Dalam filosofi menyerang, terdapat tiga hal penting yang tertulis dalam buku tersebut, yaitu para pemain akan dikenalkan dengan gaya filosofi menyerang proaktif, dengan penguasaan bola konstruktif dari lini ke lini berorientasi progresif ke depan untuk mencetak gol.

Sedangkan filosofi bertahan, para pemain diminta bertahan secara proaktif dengan melakukan pressing situasional berbasis penjagaan Zonal.

Selain itu, ada beberapa tahapan pembinaan usia muda yang dijelaskan dalam buku kurikulum tersebut. Di antaranya kelompok usia 6-9 tahun, 10-13 tahun, dan 14-17 tahun.

Video: Raih 68 Angka, Bhayangkara FC Belum Juara Liga 1 2017


(ASM)


Jelang Hadapi Liverpool, Pelatih Kecewa dengan Performa Roma
AS Roma vs Genoa

Jelang Hadapi Liverpool, Pelatih Kecewa dengan Performa Roma

1 day Ago

Eusebio kesal karena para pemain Roma kerap terlena saat sudah berada dalam posisi unggul.…

BERITA LAINNYA
Video /