IJSL 2017

Peran Wasit dalam Menanamkan Sikap Fair Play di IJSL 2017

Rendy Renuki H    •    15 Mei 2017 18:51 WIB
pembinaan pemain muda
Peran Wasit dalam Menanamkan Sikap Fair Play di IJSL 2017
Mahadika, salah seorang wasit yang bertugas di Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017 (MTVN/Rendy Renuki H)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelaran kompetisi usia muda bertajuk Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017 menjadi ladang bibit pemain nasional yang bukan tak mungkin nantinya berguna bagi Timnas Indonesia. Untuk itu, pola pembinaan yang tepat jadi prioritas kompetisi yang telah menempuh tahun kelimanya tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, peran wasit menjadi salah satu hal yang krusial dalam pembentukan karakter pemain. IJSL 2017 yang kali ini digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur itu memang menggunakan peran wasit dan para asistennya di setiap pertandingan. Meski kompetisi grass-root ini hanya diikuti para pemain usia delapan sampai 12 tahun, namun IJSL ingin tetap dilengkapi peran wasit profesional yang diberi tugas untuk menanamkan sikap fair play dalam diri pemain.

Mahadika, salah seorang wasit yang bertugas di IJSL 2017 mengatakan, prinsip fair play yang diterapkan kepada para pemain yang berasal dari sekolah sepak bola (SSB) Jabodetabek tidak sama dengan biasanya. Ia lebih meminimalisir peraturan yang diterapkan pada setiap pertandingan di IJSL.

(Baca: Hasil Lengkap & Klasemen Sementara Pekan Pertama IJSL U-10)


"Sebenarnya untuk peraturan diminimalisir, kita lebih sederhanakan. Intinya untuk mempermudah anak-anak saja, jadi tidak kami persulit dari segi peraturan. Misalnya seperti throw-in, kalau ada anak-anak yang salah lempar itu akan diberikan kesempatan lagi untuk mengulang," ujar Mahadika kepada Metrotvnews.com, Minggu (14/5/2017) lalu.

"Pelanggaran pun sebisa mungkin diminimalisir, kalau bisa jangan sampai kita memberikan hukuman kartu. Kalau memang menjurus kasar akan kami ingatkan. Kalau memang masih bermain kasar, kami meminta pelatihnya untuk menggantinya dahulu, jika si anak bisa berubah baru kita beri kesempatan main lagi. Jadi sebisa mungkin tidak ada kartu," sambungnya.

(Baca juga: IJSL 2017, Membentuk Pemain yang Tepat Lewat Kompetisi Usia Dini)


Ia pun mengakui meski belum berkesempatan memimpin pertandingan tingkat nasional, namun dirinya telah mengantongi lisensi wasit. Mahadika mengatakan telah memiliki lisensi C3 (lisensi tingkat dasar seorang wasit), dan sedang dalam proses mengambil lisensi C2.

"Saya kebetulan tahun ini baru mengambil lisensi C2. Tahun kemarin saya mengambil lisensi C3 lulusan Cendrawasih, Asprov PSSI Jakarta Barat," ungkapnya.

"Saya jadi wasit sebetulnya baru dua tahunan. Saya paling memimpin laga persahabatan lokal, turnanem sih rata-rata masih di lingkup grass-root seperti Liga Top Skor dan IJSL ini," tutupnya.

Video: Highlights La Liga Spanyol dan Liga Primer Inggris
 


(ACF)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /