Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017

Bukan Menang-Kalah, Pembentukan Karakter Pemain Jadi Hal yang Utama di Usia Dini

Kautsar Halim    •    08 Mei 2017 15:33 WIB
liga indonesia
Bukan Menang-Kalah, Pembentukan Karakter Pemain Jadi Hal yang Utama di Usia Dini
Sugeng sedang memperhatikan anak-anak didiknya pemanasan. (Foto: MTVN/Zam)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak faktor yang membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) tertarik mengikuti perhelatan Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017. Ada yang mengincar hadiah, gengsi, atau benar-benar murni demi mengembangkan bakat.

Namun, Sugeng selaku pelatih Tajimalela Football Academy mengatakan tujuan berkompetisi itu harus sesuai dengan jenjang usia masing-masing pemain. Jadi, jika berbicara tentang usia dini, target hadiah ataupun uang harus dibuang jauh-jauh.


Klik: Astam Pimpin Klasemen Sementara IJSL 2017


Tajimalela yang diperkuat Sugeng tergolong tim unggulan di ajang IJSL 2017. Pasalnya, mereka mampu bertengger di peringkat enam klasemen sementara dengan koleksi enam poin. Torehan itu sudah cukup baik karena artinya Tajimalela sudah dua kali menang dari tiga pertandingan. Selain itu, sudah ada beberapa pemain Tajimalela yang mendapat perhatian khusus dari penggiat sepak bola lain. Salah satunya adalah Helsya Maeisyaroh yang siap diberangkatkan ke FCB Escola (SSB Barcelona) untuk berlatih di sana.  

Kendati demikian, bukan kemenangan yang ditargetkan Sugeng untuk meraih berbagai tren positif di timnya. Ia yakin para pemain bakal tampil gemilang apabila mampu menikmati jalannya pertandingan.

"Bagi saya, kemenangan atau hadiah itu hanya bonus saja. Soalnya, yang bakal maju adalah sang anak itu sendiri. Tugas kami lebih kepada pembangunan karakter saja," ujar Sugeng kepada Metrotvnews.com disela-sela perhelatan IJSL 2017, Minggu (7/5/2017).


Klik: Dukungan Orang Tua dan Semangat Kekeluargaan di Balik Euforia IJSL 2017


Persepsi tersebut, lanjut Sugeng, biasanya mudah diserap dengan oleh anak-anak asuhnya. Namun persoalan itu sering menjadi kendala jika sampai kepada orang tua. Pasalnya, kebanyakan dari mereka berharap anaknya menang dan menjadi pemain yang paling hebat di antara rekannya.

Kondisi inilah yang sedang diupayakan Sugeng agar tidak terjadi di SSB yang ia pimpin. Itu tidak ingin mental sportifitas anak didiknya tercemat dan sekaligus mencegah terjadinya cedera usia dini karena terlalu memaksakan diri.

"Tekanan dari orang tua pasti ada. Tapi tergantung kami juga yang memberikan masukan bahwa kompetisi ini tidak mencari menang atau kalah," kata Sugeng.

"Kami tegas untuk urusan itu dan tidak segan-segan mengeluarkan anaknya (dari SSB) kalau orang tuanya sulit diajak kerja sama," tambahnya.

Sesuai dengan visi Tajimalela, kompetisi IJSL 2017 memang bukan wadah untuk mengejar hadiah atau unjuk gigi seorang diri. Lewat kejuaraan yang sudah berumur lima tahun itu, anak-anak usia grass root (U-8, U-10 dan U-12) lebih ditekankan untuk belajar berkompetisi dengan baik dan benar.

 


(ACF)

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan
Inter Milan 2017--2018

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan

32 minutes Ago

Inter Milan secara resmi mengonfirmasi perekrutan Joao Cancelo dengan status pinjaman dari Vale…

BERITA LAINNYA
Video /