Sriwijaya FC Terdegradasi dari Liga 1

Sriwijaya FC Terdegradasi, Pengelola: Juventus saja Pernah Turun Kasta

Daviq Umar Al Faruq    •    11 Desember 2018 00:41 WIB
sriwijaya fcliga 1 indonesia
Sriwijaya FC Terdegradasi, Pengelola: Juventus saja Pernah Turun Kasta
Momen pertandingan Arema FC vs Sriwijaya FC di pertandingan terakhir Liga 1 2018. Sriwijaya akirnya harus terdegradasi usai kalah 2-1 (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Palembang: Sriwijaya FC harus menerima fakta terlempar dari kompetisi tertinggi Indonesia, Liga 1 2018. Pil pahit itu harus diterima Laskar Wong Kito usai takluk dari Arema FC pada laga pamungkas Liga 1, Minggu 9 Desember lalu.

Pada laga pamungkas di Stadion Kanjuruhan, Malang, SFC yang dituntut meraih kemenangan untuk selamat dari zona degradasi, sempat tampil apik. Mereka berhasil unggul lewat Esteban Vizcarra.

Sayangnya, keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan, di mana Arema sukses membalikkan keadaan lewat gol Makan Konate dan Dedik Setiawan dan membungkus kemenangan 2-1. Kekalahan ini akhirnya membuat SFC harus terdegradasi ke Liga 2 bersama Mitra Kukar dan PSMS Medan.
 

Baca: Yusuf Mansur Buka-bukaan Soal Alasan Beli Saham Lechia Gdansk


Menyikapi fakta ini, Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang, mengaku menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan ini.

"Saya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas PT SOM dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1," katanya dalam keterangan resmi yang diterima medcom.id, Senin 10 Desember 2018.

"Kami jelas kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya untuk menjaga Sriwijaya FC di Liga 1," tambahnya.


(Poster permintaan maaf yang diposting manajemen Sriwijaya FC di akun instagramnya)

Atas dasar ini, Muddai menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada publik Sumatera Selatan atas nama Sriwijaya FC. Khususnya kepada pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC.

"Kami sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu kami lakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas. Kemudian menjaga pembayaran gaji berjalan dengan baik. Itu sekian dari beberapa bentuk dari usaha kami," bebernya.

Meski harus terdegradasi, Muddai mengaku wajar. Sebab, naik turun kasta menurutnya adalah sebuah bagian dari seni olahraga sepak bola.

"Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdegradasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukanlah akhir dari segalanya. Kami akan tetap optimistis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1," ungkapnya.

Muddai meminta kepada suporter Sriwijaya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Sebab pihaknya berjanji bakal sekuat tenaga mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya sebagai peserta kompetisi Liga 1 pada 2020.

"Ke depan bagaimana? Tentu kami akan melakukan evaluasi baik dari sisi pemain maupun pelatih. Kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak gaduh dengan persoalan yang tidak berhubungan dengan teknis keolahragaan," ujarnya.
 

Baca juga: Simic Dilirik Klub Langganan Liga Champions


"Karena di dunia sepak bola profesional tidak mempersoalkan siapa pemiliknya yang terpenting prestasinya bisa membuat warganya bangga dengan daerah atau kotanya memiliki klub yang berjaya. Sebagai contoh dari 20 klub liga utama Inggris, 12 klub pemiliknya bukan orang Inggris," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sriwijaya FC harus mencicipi Liga 2 untuk pertama kalinya. Padahal pada awal musim ini, tim berjuluk Laskar Wong Kito sempat difavoritkan juara lantaran memiliki materi pemain yang mumpuni.

Sayangnya pada pertengahan musim, badai menghinggapi Sriwijaya. Para pemain bintang dan sang pelatih hengkang lantaran keterlambatan gaji yang dibayarkan pihak Sriwijaya.

Sebut saja Hamka Hamzah, Makan Konate, Alfin Tuassalamony dan Adam Alis memutuskan untuk hengkang. Begitu juga dengan pelatih Rahmad Darmawan.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persija Juara, Jakmania Nyebur ke Kolam Bundaran HI



(ACF)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

8 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /