Liga 1 Indonesia 2017

Polemik Juara Liga 1, Manajer MU Ajak Klub Lain Ikhlas

Kautsar Halim    •    10 November 2017 19:58 WIB
liga 1 indonesia 2017
Polemik Juara Liga 1, Manajer MU Ajak Klub Lain Ikhlas
Manajer Madura United Haruna Sumitro saat menghadiri diskusi sepak bola di Jakarta (Foto: MTVN/Kautsar Halim)

Jakarta: Madura United (MU) tidak ingin memperkeruh keadaan dalam mekanisme pemilihan juara Liga 1 Indonesia 2017 yang sedang ramai diprotes belakangan ini. Mereka mendukung Bhayangkara FC keluar sebagai juara dan mengajak klub peserta lainnya agar berlapang dada.

Informasi tersebut didapat dari pernyataan Haruna Sumitro selaku manajer Madura United dalam acara diskusi Free Kick PSSI Pers yang berlangsung di di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

"Kami mengikhlaskan Bhayangkara juara. Silakan yang lain bicara apapun, tapi kami mendukung Bhayangkara juara," kata Haruna dalam diskusi bertema Keputusan-Keputusan Komdis di Mata Klub.

MU memang tidak dirugikan dalam mekanisme penentuan juara tersebut. Pasalnya mereka sudah keluar dari jalur perebutan gelar juara sejak beberapa pekan sebelumnya. 
 

Baca: MU Batalkan Perpanjangan Kontrak Odemwingie


Kendati demikian, bukan berarti MU puas dengan kualitas penyelenggaran Liga 1 Indonesia. Hanya saja mereka lebih memilih berlapang dada demi kelancaran kompetisi Tanah Air yang lebih baik di masa mendatang.

"Seumur-umur saya tidak pernah mengurus sepak bola sesusah ini. Tapi kami cukup menerima dengan hasil yang ada," ujar Haruna.

Secara matematis, Bhayangkara dipastikan menjadi juara karena poin dan pertemuan head to head-nya tidak mampu disaingi Bali United yang berada di urutan kedua. Namun, hal tersebut langsung menuai protes karena PSSI sendiri belum bisa menobatkan Bhayangkara sebagai juara.
 

Baca juga: Dijatuhi Sanksi Berat, PSM Makassar Ajukan Banding


Kendala yang dihadapi PSSI untuk menentukan gelar juara dikarenakan masih menunggu keputusan pengajuan banding Mitra Kukar. Pengajuan banding itu dilakukan lantaran Komdis PSSI memberikan hadiah kemenangan 3-0 kepada Bhayangkara setelah dimainkannya Mohamed Sissoko pada pekan ke-32. Padahal laga aslinya berakhir dengan kedudukan imbang 1-1.

Memainkan Sissoko dianggap bermasalah bagi Komdis PSSI dan Bhayangkara karena marquee player asal Prancis itu sedang disanksi tidak boleh bermain akibat akumulasi kartu kuning. Kendala ini menular kepada Bali United karena mereka masih berpeluang menyalip Bhayangkara sebelum memainkan pekan ke-33. 

"Bagi klub yang enggak puas, siap-siap bertanding lagi tahun depan. Kemudian bagi klub yang masih protes, jadikan hal itu sebagai motivasi agar lebih baik lagi di masa mendatang," tutup Haruna.

Video: ?Raih 68 Angka, Bhayangkara FC Belum Juara Liga 1 2017



(ACF)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

15 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /