Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017

Dukungan Orang Tua dan Semangat Kekeluargaan di Balik Euforia IJSL 2017

Kautsar Halim    •    08 Mei 2017 14:11 WIB
liga indonesia
Dukungan Orang Tua dan Semangat Kekeluargaan di Balik Euforia IJSL 2017
Ibu-ibu dari SSJ Kota Bogor. (Foto: MTVN/Zam)

Metrotvnews.com, Jakarta: Euforia penyelenggaraan Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017 bukan hanya milik para anak-anak yang ikut di dalamnya. Para orang tua yang datang juga turut ceria mendukung anaknya berkompetisi.

Salah satu buktinya bisa terlihat lewat kekompakan yang ditunjukkan ibu-ibu yang anaknya tergabung dalam SSJ Kota Bogor. Semangat muda wanita paruh baya itu masih tercermin dengan busana berwarna serba oranye yang dikenakan.

Setelan busana ibu-ibu itu memang sederhana karena hanya balutan celana jeans, kaus lengan panjang, serta kerudung. Namun, warnanya yang mencolok bisa saja menyegarkan semangat anak-anaknya yang sedang kelelahan bertanding.


Klik: Astam Pimpin Klasemen Sementara IJSL 2017


Tidak sekadar kompak berani tampil nge-jreng. Ibu-ibu  tersebut  ini juga terbilang aktif memberikan dukungan ketika tim anaknya bertanding. Yel-yel atau sorak-sorai lantang tak pernah berhenti mereka suarakan sampai dengan laga selesai.

Eneng salah satu perwakilan dari ibu-ibu nge-jreng itu sempat bersedia diwawancarai Metrotvnews.com. Menurutnya, tidak sulit untuk membangun kekompakan tersebut. Pasalnya visi semua mereka sama, yakni ingin mendukung anaknya agar sukses di jalur sepak bola yang benar.

"Kami memang pengen beda sama yang lain. Kalau kompak dan seragam begini jadi kelihatan enak ketika memberikan dukungan. Tapi, enggak selamanya kami pakai warna oranye. Bisa saja kami pakai warna merah, hijau, atau ungu," ujar Eneng di tribun penonton.

"Sebut saja kami ibu-ibu rempong kalau enggak ibu-ibu tim hore," timpal salah satu ibu yang berada di sebelah Eneng ketika ditanya sebutan khusus bagi komunitas suporter SSJ Kota Bogor.


Klik: IJSL Bisa Dijadikan Sarana Rekreasi Keluarga


Pekan pertama IJSL 2017 berlangsung di Lapangan Sepak Bola GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Minggu 7 Mei. Perhelatannya juga terbilang cukup lama karena melahap durasi dari pagi hingga sore. Terhitung, ada 30 laga yang digelar secara bergantian saat itu. Masing-masing tim mendapat tiga kesempatan bertanding untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

Melirik keterangan itu, tentu butuh perjuangan ekstra bagi seluruh orang tua untuk terus mendukung anaknya. Terlebih lagi, Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dipercaya Ibu Eneng berasal dari Bogor yang jaraknya bisa memakan waktu hingga dua jam untuk menuju lokasi pertandingan.

Namun, tantangan itu seakan tidak ada apa-apanya dengan besarnya kasih sayang seorang ibu. Jauhnya jarak berhasil diatasi dengan kerjasama yang baik. Kemudian, urusan konsumsi sepanjang hari juga bisa terselesaikan secara kolektif atau bersama-sama.

"Kami ke sini menggunakan transportasi mobil. Kalau yang enggak punya mobil boleh menumpang sama yang punya. Kekeluargaan kami di sini soalnya kompak banget. Kalau tidak ada dukungan orang tua, penyaluran bakat anak di sepak bola mana bisa berjalan," tutur Eneng.

"Selain itu, kami juga selalu membawakan makanan biar anak-anak mainnya kuat. Kalau misalnya jarak jauh seperti ini, biasanya kami patungan untuk menyediakan makanan hingga pertandingan selesai," tambahnya.

IJSL yang memasuki tahun kelima sengaja digelar untuk mewadahi semangat berkompetisi pesepak bola usia dini, yakni U-8, U-10, dan U-12. Event ini melibatkan lebih dari 1500 anak yang tergabung dari seluruh SSB di sekitar Jabodetabek, Bandung dan Semarang.


(ACF)

Bayern Turunkan Harga Transfer Renato Sanches
Isu Bursa Transfer Pemain

Bayern Turunkan Harga Transfer Renato Sanches

3 hours Ago

Bayern Muenchen siap melepas gelandang muda mereka, Renato Sanches pada bursa transfer musim pa…

BERITA LAINNYA
Video /