Indonesia Junior Soccer League 2017

Ketika Firman Utina Menjadi Pelatih Anak-anak

Kautsar Halim    •    07 Agustus 2017 20:29 WIB
soccertainmentliga indonesia
Ketika Firman Utina Menjadi Pelatih Anak-anak
Kebersamaan Firman Utina (tengah) dengan skuat FU15 Bina Sentra. (Foto: MTVN/Kautsar)

Metrotvnews.com, Bogor: Bermain keras dengan tensi tinggi di lapangan tengah merupakan salah satu ciri khas  permainan Firman Utina. Namun, gaya itu tidak terlihat sama sekali ketika ia memposisikan diri sebagai pelatih anak-anak usia dini.

Di tengah kesibukannya sebagai gelandang Sriwijaya FC, Firman masih menyediakan waktu untuk mengasuh anak-anak didiknya di Sekolah Sepak Bola (SSB) FU15 Bina Sentra. SSB itu didirikan Firman sekitar delapan bulan yang lalu untuk mengasah bakat para pesepakbola cilik.


Klik: Cahill Minta Maaf Usai Cederai Mertesacker


Kehadiran Firman sebagai pelatih terpantau Metrotvnews.com ketika timnya sedang bertanding menghadapi Bina Muda pada laga lanjutan Indonesia Junior Soccer League (IJSL) 2017, Minggu 6 Agustus. Lokasi kompetisi terbilang cukup jauh karena berada di Jakarta Japan Club Sports Community, Sentul City, Bogor, Jawa Barat. 

Meski jauh, Firman rela datang seorang diri ke lokasi tersebut. Hanya saja, ia tetap didampingi seorang asisten ketika membimbing anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan meski disorot sinar matahari yang cukup terik.

Firman tak segan bersentuhan langsung dengan anak-anak asuhnya ketika memberikan pengarahan. Selain itu, caranya mengutarakan pengarahan juga cukup lembut. Dalam beberapa kesempatan, Firman bahkan tak segan berjongkok untuk sekadar mengikatkan tali sepatu anak-anak asuhnya yang lepas.

Firman Utina membetulkan tali sepatu pemainnya yang lepas. (Foto: MTVN/Kautsar)


Kemenangan memang salah satu hal yang didambakan dalam pertandingan. Namun nahas bagi FU15, mereka malah dibantai Bina Muda 0-6 dalam laga tersebut. Menanggapi itu, Firman menjelaskan bahwa kemenangan bukan hal utama dalam membangun tim.

"Saya hanya menekankan kepada anak-anak untuk bermain bagus. Jadi apa yang mereka dapat saat latihan harus bisa ditunjukkan dengan dengan baik ketika pertandingan. Ketika mereka sudah bermain dengan baik, maka kemenangan itu akan datang," ujar Firman kepada Metrotvnews.com seusai laga.
 

Dijelaskan lebih lanjut oleh Firman, terdapat tiga faktor penting yang dapat mempengaruhi prestasi anak, yakni peran orang tua, pemain itu sendiri dan pelatih. Jadi, sebisa mungkin orang tua juga harus tetap mendukung anaknya ketika kalah ataupun menang seusai pertandingan.

"Kalau di akademi kami, yang diedukasi terlebih dahulu bukan anaknya, tapi justru orang tua. Para orang tua kami berikan pemahanam tentang arti sepak bola usia dini dan tidak terlalu memikirkan kemenangan," pungkas mantan bintang timnas Indonesia tersebut.


Klik: Darius Sinathrya Dukung Buah Hati Tampil di IJSL


FU15 Bina Sentra tergolong salah satu tim tangguh di IJSL U-10 Grup Merah. Belum genap berdiri setahun, mereka sudah berhasil bertengger di urutan tujuh klasemen sementara pekan ketiga. Terhitung dari sembilan pertemuan yang dilakoni, FU15 sudah menang empat kali, seri empat kali dan kalah sekali.

 


(RIZ)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

3 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /