Pelatih PSS Ajak Klub Sepak Bola Indonesia Perbaiki Kualitas

Ahmad Mustaqim    •    04 Februari 2019 10:18 WIB
liga 1 indonesiaPSS Sleman
Pelatih PSS Ajak Klub Sepak Bola Indonesia Perbaiki Kualitas
Pelatih PSS Seto Nurdyantoro. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Seto Nurdiyantoro membeberkan pengalamannya berada di Spanyol. Salah satunya tentang pengelolaan klub.

Sleman: Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro menilai dunia sepak bola Indonesia perlu berbenah. Tak hanya dari sisi teknis, namun juga dari segi manajemen dan sumber daya manusia. 

Sekitar 10 hari, Seto berada di Spanyol bersama puluhan pelatih mengikuti kursus kepelatihan lisensi AFC Pro. Salah satu yang mereka lakukan yakni belajar dalam pengelolaan salah satu klub di Spanyol, Deportivo Alaves. 

Deportivo Alaves atau biasa disebut Alaves merupakan sebuah klub sepak bola Spanyol yang bermarkas di Vitoria-Gasteiz, Pais Vasco. Klub yang bermain di kompetisi La Liga Spanyol ini berkandang di Stadion Mendizorroza yang berkapasitas 19.900 penonton. Alaves saat ini berada di peringkat ke delapan klasemen sementara La Liga. 

Seto melihat Alaves bukan tim istimewa. Tanpa dana besar, Seto menilai Alaves lebih unggul berbagai aspek dibandingkan dengan klub-klub di Indonesia. 

“Deportivo Alaves bukan tim yang kaya. Meski demikian, kita tertinggal jauh dari mereka,” ujar Seto di Sleman pada Minggu, 3 Januari 2019. 

Baca: Hasil Lengkap Pertandingan Liga Top Eropa Semalam

Secara teknis, Seto mengatakan, yang Alaves lakukan hampir sama dengan sepak bola di Insdonesia. Namun, ia melihat Alaves memiliki banyak kelebihan di luar hal itu. 

“Secara metodologi mereka yang bagus. Teknis di lapangan hampir sama. Tapi soal mengelola manajemen masih jadi pekerjaan buat kita,” kata dia. 

Ia juga mengatakan, klub Alaves memiliki sumber daya manusia dan pembibitan muda yang terstuktur. Mulai dari akademi usia 11 bahkan hingga usia 23 tahun. 

“Meraka ada akademi U-11 sampai U-23. Pelatih-pelatih yang menangani semua lisensinya A Pro atau UEFA Pro,” tukasnya. 

Melihat kondisi itu, Seto mengajak klub dan para pelaku sepak bola di Indonesia agar serius dalam mengelola tim atau pun klub. Sebab, banyak pelatih sepak bola di Indonesia yang belum memiliki kualitas standar atau lisensi yang layak. 

Menurut dia, masih ada kesempatan untuk memperbaiki kondisi itu. “(Pelatih-pelatih) kita saja belum (lisensi) AFC Pro. Harapannya, (perbaikan kualitas) kalau semuanya mungkin masih bisa terjadi,” pungkasnya. 

Video: Indra Sjafri Ragu Coret Pemain di Timnas U-22


(ASM)