Menpora Imam Nahrawi Mendukung Digelarnya LIPEG 2018

A. Firdaus    •    11 Maret 2018 20:13 WIB
berita kemenpora
Menpora Imam Nahrawi Mendukung Digelarnya LIPEG 2018
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat membuka LIPEG 2018 (Foto: Dok. Humas Kemenpora

Wonosari: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendukung digelarnya Liga Pelajar Gunung Kidul (LIPEG 2018). Hal itu disampaikannya saat mengunjungi laga final LIPEG di Stadion Gelora Handayani Wonosari, Minggu 11 Maret 2018.

Apalagi, liga yang telah berlangsung empat tahun ini tanpa masukan dana dari pemerintah pusat. Dengan artian menggelar kompetisi secara mandiri.

"Liga terbaik, terbesar, termandiri, dan terinspirasi, karena jarang masyarakat khususnya teman-teman pelajar, apalagi didukung oleh KNPI dalam mensponsori liga yang sudah eksis kurang lebih empat tahun. Terlebih liga ini belum mendapat dukungan finansial pemerintah pusat," ujar Menpora Imam Nahrawi dalam sambutannya.

BacaChelsea Amankan Poin Penuh dari Crystal Palace

Menpora berharap kompetisi ini bisa eksis dijalankan agar terciptanya para pemain profesional. Tentunya, Kemenpora akan  menunjukkan komitmennya dalam mendorong dan mensukseskan turnamen di lapisan masyarakat.

"Inilah yang benar-benar kita harapkan. Terima kasih kepada panitia penyelenggara Eri Santoso. Pemerintah akan terus mendorong olahraga sepak bola yang terpopuler ini menjadi lebih eksis, bisa berkembang dan pada saatnya kita bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini dengan digelarnya liga, kompetisi, turnamen di seluruh lapisan masyarakat," terangnya.


(Foto: Dok. Humas Kemenpora)

Selama empat tahun digelarnya LIPEG, dukungan sponsor berangkat dari forum wirausaha Gunung Kidul. Upaya itu pun disambut antusias oleh Wakil Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi.

"Kami bangga pemuda Gunung Kidul telah bisa menyelenggarakan olahraga yang mandiri seperti LIPEG 2018," ujar Immawan.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Eri Santosa membeberkan kesuksesan yang muncul dari gerakan Komunitas Kota Gaplek yang membuat suksesnya kompetisi ini.

Baca: Rekrutan Anyar Borneo FC, Julian Faubert Ternyata Enggak Doyan Pedas

"Kesuksesan acara ini tak lepas dari bersatunya komunitas Kota Gaplek  yang menginisiasi dan menggerakan digelarnya acara ini dalam mencari sponsor secara mandiri," terang Eri.

"Dengan digelarnya kompetisi ini kami berharap pelajar-pelajar Gunung Kidul yang terhimpun di LIPEG salah satunya sebagai ajang pembinaan olah raga khususnya sepak bola," terangnya.

"Dengan digelarnya ketisi ini pelajar-pelajar Gunung Kidul yang terhimpun di LIPEG salah satunya sebagai ajang pembinaan olah raga khususnya sepak bola,"terangnya.


SMAN 1 Tanjung Sari saat mengangkat trofi LIPEG 2018 (Foto: Dok. Humas Kemenpora)

LIPEG 2018 yang diikuti 20 SMAN dan SMKN ini mulai bergulir sejak 19 Januari, dan puncaknya pada hari ini di mana laga final mempertemukan antara SMAN 1 Tanjung Sari melawan SMAN 2 Playen.

Pada laga final yang disaksikan puluhan ribu penonton itu dimenangkan SMAN 1 Tanjung Sari lewat drama adu penalti 3-1 atas Playen, setelah bermain 2-2 pada waktu normal.


Video: Tim Sepak Bola Putri Indonesia Mulai Gelar Pemusatan Latihan

 


(PAT)


Video /