Profil Pelatih Timnas U-19

Profil Eduard Tjong: Lahir dan Besar dari Keluarga Sepak Bola

Patrick Pinaria    •    15 September 2016 23:26 WIB
tokoh
Profil Eduard Tjong: Lahir dan Besar dari Keluarga Sepak Bola
Eduard Tjong (Dok: Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berprofesi menjadi pelatih bukan menjadi pilihan seluruh pemain sepak bola ketika pensiun. Tak jarang beberapa di antara mereka lebih memilih melanjutkan karier di bidang lain saat pensiun.

Namun, berbeda dengan mantan pemain Timnas Garuda ini, yaitu Eduard Tjong. Pria kelahiran Solo tersebut justru lebih memilih untuk melanjutkan karier di dunia sepak bola menjadi pelatih. Bagi Eduard, profesi menjadi pelatih sangat penting untuk meneruskan generasi ayahnya di dunia sepak bola. 

"Saya memilih melanjutkan karier sebagai pelatih karena saya lahir dari keluarga sepak bola," ujar Edu (sapaan Eduard) ketika melakukan wawancara eksklusif dengan Metrotvnews.com di Lapangan Pemusatan Latihan Timnas U-19 di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Ya, Edu memang tumbuh dari keluarga sepak bola. Ia merupakan putra dari mantan kiper timnas Indonesia di era 1960-an, Harry Tjong.

(Baca juga: Komentar Eduard Tjong dan Dimas Drajad Usai Keok dari Thailand)

Sejak kecil, Edu sudah diperkenalkan ke dunia sepak bola oleh Harry. Ia selalu diajak sang ayah untuk mengikuti latihan sepak bola. Rasa cintanya terhadap sepak bola akhirnya bertumbuh sejak saat itu.

"Ayah saya (Harry Tjong) merupakan mantan pemain (kiper) sepak bola timnas Indonesia. Dari kecil saya selalu mengikuti ayah saya latihan sepak bola," tutur Eduard.

"Sejak itu, saya mulai mencintai sepak bola sehingga akhirnya saya memutuskan untuk hidup di dunia sepak bola," tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, Eduard pun akhirnya menekuni sepak bola ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketika itu, ia memulai bermain sepak bola sebagai kiper di sekolahnya. 

Sempat menjadi kiper andalan selama di sekolah, cedera patah tangan ketika SMA membuat Edu akhirnya memutuskan berganti posisi, kali ini ia memilih sebagai gelandang.

Edu pun akhirnya memulai kariernya sebagai pesepak bola profesional pada 1980. Ketika itu, ia bergabung dengan salah satu klub sepak bola Galatama dari Solo, Arseto FC. Selama membela Arseto, Edu pernah membantu klub tersebut meraih gelar Galatama pada 1992. 

Penampilan impresif selama membela Arseto membuatnya masuk ke timnas senior. Akan tetapi, ia tak mampu memberikan kontribusi maksimal untuk timnas lantaran diganggu serangkaian cedera. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia sepak bola pada 1998.

Awal Karier di Kepelatihan

Pensiun sebagai pemain, tak membuat Eduard langsung berhenti berkarier di dunia sepak bola. Ia pun tertarik melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Pada 1999, Edu mulai menimba ilmu kepelatihan untuk mengambil Lisensi C. Kemudian, ia bertahap lanjut mengambil Lisensi B hingga Lisensi A pada 2008 di Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Edu resmi memulai karier kepelatihannya sejak 2002. Ketika itu, ia menjadi asisten pelatih Persikabo Bogor.

(Baca juga: Thailand Comeback, Timnas U-19 Kembali Menelan Kekalahan)

"Saya memulai karier di dunia kepelatihan pada 2002. Ketika itu, saya menjadi asisten pelatih di Persikabo," tambahnya.

Setelah cukup mendapat ilmu menjadi asisten pelatih, Edu memutuskan hengkang dari Persikabo untuk berprofesi sebagai pelatih utama. Cita-cita itu terwujud pada 2011, ketika ia mendapat tawaran menjadi pelatih utama di Persiba Bantul.

Karir Edu pun mulai melejit di dunia kepelatihan. Ia sempat melanglang buana melatih ke berbagai klub, seperti Persija IPL, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat, Persiba Balikpapan, dan PS TNI, sebelum akhirnya ditunjuk menjadi pelatih kepala Timnas U-19.


Hobi Selain Sepak Bola

Di balik kecintaannya terhadap si kulit bundar Edu ternyata juga mencintai olahraga lain, yakni bela diri. Sejak kecil, ia diwajibkan untuk mengikuti olahraga bela diri oleh sang ayah.

Karate adalah olahraga beladiri yang digelutinya. Tak main-main, selama menekuni bela diri tersebut Edu adalah pemegang sabuk hitam sebelum akhirnya pindah ke sekolah atlet.

"Dulu dalam keluarga saya, kita semua diharuskan untuk olahraga bela diri. Dari ayah, saya, dan adik (Billy Tjong, red). Khusus saya dan adik, kami sudah mengikuti olahraga bela diri karate dari SMP," kata Eduard.

"Saya ikut karate sampai ban hitam. Kemudian, saya berhenti setelah pindah sekolah atlet," tutupnya.

   Data Pribadi:
Nama lengkap Eduard Tjong
Tanggal lahir 1 Januari 1972 (umur 44)
Tempat lahir SoloIndonesia
Posisi bermain Gelandang

 


(RIZ)

Video /