Sisi Lain Suporter

Membangun Imej Positif Suporter Sepak Bola ala Jakantor

Gregah Nurikhsani Estuning    •    02 Desember 2017 15:15 WIB
persijaliga indonesia
Membangun Imej Positif Suporter Sepak Bola ala Jakantor
Jakantor. (Foto: Nugroho Agung/Jakantor)

Jakarta: Suporter merupakan salah satu elemen terpenting dalam sepak bola. Tanpa kehadirannya, sebuah pertandingan atau klub sepak bola itu sendiri akan terasa hambar. Namun, tidak jarang suporter dianggap sebagai biang onar dan malah merusak imej klub yang mereka banggakan. Jakantor Community, komunitas pecinta Persija Jakarta, mencoba untuk membangun imej positif suporter pada umumnya dengan caranya sendiri.

Jakantor Community (JC) didirikan pada 6 Maret 2010 lalu atas inisiatif beberapa pendukung Persija. JC tidak berbeda dengan kelompok atau komunitas suporter sepak bola kebanyakan. Tujuannya tentu saja memberikan dukungan semasiv mungkin kepada Persija. Dibentuknya JC sendiri bermula dari sebuah guest book di laman Jak Online.

JC diisi mayoritas oleh kalangan pekerja. Merasa memiliki kesamaan dan kesibukan bekerja, JC diharapkan bisa menjadi fasilitator bagi pekerja-pekerja yang juga mencintai Persija seutuhnya.


Salah satu anggota Jakantor menonton pertandingan sepak bola di Jepang. (Foto: Nugroho Agung/Jakantor)

Meskipun tidak masuk dalam keanggotaan Jakmania, organisasi suporter Persija, JC tak lantas menutup pintu bagi siapa pun untuk masuk ke dalam komunitas ini. Anggotanya dibebaskan mendaftar JC, baik itu yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Jakmania atau pun tidak.

"JC dibentuk atas dasar kesamaan dari teman-teman yang sudah suka Persija sejak kecil sampai akhirnya beranjak dewasa, punya anak, keluarga, dan akhirnya mereka sepakat untuk membentuk sebuah komunitas berisi teman-teman yang sudah mandiri," tutur Iwan, salah satu penggagas Jakantor.

Menurut Iwan, anggota JC, awalnya baru ada 22 orang yang terdaftar di komunitas tersebut. Lalu pelan-pelan mulai banyak orang-orang yang tertarik dan bergabung dengan JC. Banyak acara rutin yang dilakukan selain tentunya menonton Persija baik kandang mau pun tandang, di antaranya futsal, bakti sosial, dan gathering.



Kegiatan Jakantor selain menonton Persija Jakarta bertanding. (Foto: Nugroho Agung/Jakantor)

Iwan juga menceritakan ada beberapa teman-teman suporter Persija dari kota lain pernah mengontak JC mengutarakan keinginannya bergabung. Bahkan, ada yang berasal dari beberapa kota seperti Yogyakarta, Cirebon, Pekanbaru, Jambi, dan kota lainnya.

Satu hal menarik lain dari JC adalah saat bertandang ke markas lawan, atau istilah bekennya awaydays. Iwan menuturkan JC biasanya menyewa bus dengan kriteria tertentu untuk bepergian, semisal bus harus menggunakan mesin terbaru, full AC, recleaning seat, toilet, dsb. Waktu menjadi alasan utama mengingat fleksibilitas ketika berangkat dan pulang bisa ditentukan, berbeda dengan moda transportasi umum lain yang memiliki jadwal tertentu.
 

Masa suporter naik bus nyaman, nggak suporter banget


"Waktu kita away menggunakan bus dengan spesifikasi nyaman, memang awalnya banyak sindiran dari teman-teman sesama suporter. 'Masa suporter naik bus nyaman, nggak suporter banget', begitu lah kira-kira sentilan dari teman-teman. Karena memang dulu itu kan suporter identik naik angkutan kelas ekonomi" kata Iwan menceritakan pengalaman di awal-awal terbentuknya JC.

"Kenapa kita memilih bus dengan spesifikasi nyaman? Kita ambil yang mudah saja nyaman, dan waktunya fleksibel. Anggota kita kan kebanyakan pekerja semua, yang pulangnya sore atau bahkan malam. Kalau naik kereta misalnya, pilihannya sedikit karena terbentur jadwal. Kita pesan bus, naik bus rombongan, jadwal berangkatnya kita tentukan sendiri," sambungnya lagi.

"Selain itu, kita ambil bus yang senyaman mungkin, bus harus AC, recleaning seat dengan mesin terbaru dan diusahakan ada toiletnya. Sederhana saja sih, kita kan pulang kantor pasti capek, ingin istirahat sebelum sampai tempat tujuan. Kalau busnya tidak nyaman kan kasihan badan kita juga, kan niatnya mau senang-senang nonton Persija," jelas Iwan menambahkan.

Iwan tak memungkiri ada omongan-omongan kurang menyenangkan dari sesama suporter karena 'kemewahan' yang ditawarkan Jakantor ketika awaydays. Tapi, ia dan kawan-kawan JC tak mau ambil pusing dan sebaliknya, mencoba untuk memberikan pengertian sekaligus menjadi contoh atau role model bagi kelompok suporter lain.

Lebih jauh, Jakantor Community ingin membangun imej positif suporter yang terkesan urakan, sumber kemacetan, dan tak jarang menebar ketakutan bagi sesama warga. Kendati begitu Iwan menegaskan tak mau menggurui. Baginya, cukup dengan JC memberikan contoh nyata saja dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi kawan-kawan supporter lainnya.

"Bersyukur, sekarang di mana-mana rombongan suporter sudah banyak yang mulai menggunakan bus nyaman." lanjutnya bercerita.

"Lewat media sosial biasanya kita share tipe bus, mulai dari seri bus, mesin sampai sedetail mungkin, untuk meyakinkan anggota bahwa bus yang akan kita gunakan untuk away benar-benar bus yang nyaman," ungkap Iwan lagi.

"Yang jelas, kita sekaligus mencoba memberikan edukasi bahwasanya nonton sepak bola juga bisa kok dengan manajemen yang rapi," kata Iwan penuh harap.


(PAT)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

23 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /