PSSI Berencana Tiru Regulasi Pemain di Eropa

Gregah Nurikhsani Estuning    •    24 Desember 2017 17:27 WIB
liga indonesiapssi
PSSI Berencana Tiru Regulasi Pemain di Eropa
Joko Driyono (kiri). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Jakarta: Setelah mendapat kecaman bertubi mengenai regulasi pemain Liga 1 Indonesia 2017, PSSI mulai berbenah. Federasi sepak bola tertinggi Indonesia itu berencana untuk mengedepankan status home-grown player ketimbang pembatasan usia pemain.

Musim lalu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 membuat sejumlah kebijakan yang menuai kontroversi. Ada pembatasan usia, marquee player, dan regulasi U-23 yang pada akhirnya menyisakan polemik berkelanjutan saja.

Mendekati akhir tahun ini, belum dapat dipastikan kapan regulasi mengenai pemain bakal dirilis. Namun rancangan dasarnya sudah disiapkan, dan rencananya bakal diumumkan pada kongres nanti.

Di Liga 1 musim 2017, tiap klub harus memiliki lima pemain U-23 dan ada batasan usia pemain, yang mana tak boleh lebih dari 35 tahun. Namun kini jumlah pemain muda di tambah, dan tak ada batasan usia lagi.

Baca: Gol Telat Leicester Gagalkan Kemenangan MU

"Rancangannya sudah, ini akan ditetapkan di kongres nanti. Yang bisa saya sampaikan sekarang adalah , ada gagasan 23 pemain (senior) tidak dibatasi umur, tujuh pemain usia di bawah 23, jadi total 30 pemain yang klub daftarkan," ujar Joko Driyono, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono di malam penganugerahan Liga 1 Indonesia 2017.

"Tapi itu bukan di forum kongres, (Komite Eksekutif) Exco yang memutuskan, Exco punya keinginan agar difinalisasi serta disosialisasikan kepada teman-teman klub," sambungnya.

Jokdri, begitu ia akrab disapa, tentu memiliki pertimbangan sendiri mengapa ada rencana regulasi pemain seperti yang tadi disebutkan. Ia berharap tiap klub justru bisa memaksimalkan pemain mudanya.

"Kita ingin ada mobilitas dengan jadwal yang ketat, sehingga klub bisa memaksimalkan pemain yang ada, termasuk tentu saja pemain muda di skuat utama," lanjut Jokdri.

Lebih detail lagi, rencana regulasi yang tengah digagas oleh PSSI mencontoh pada regulasi di Eropa dan beberapa negara lain seperti Asutralia dan Jepang. Mereka mengacu pada istilah home-grown.

Baca: Banjir Pemain Papua di Persebaya Murni Keinginan Pelatih

Regulasi macam itu mewajibkan setiap klub memiliki pemain yang sudah berada di klub selama kurun waktu tertentu. Jumlahnya pun beragam, antara empat sampai delapan pemain.

Liga Inggris misalnya, mewajibkan delapan pemain di skuat utama dari 25 yang didaftarkan ke FA  memiliki status home-grown. Pada praktiknya, mereka adalah pemain binaan atau usia muda yang menimba karier selama tiga tahun di Inggris sebelum usianya mencapai 21 tahun, baik itu di klub sendiri, mau pun di klub Inggris lainnya.

"Teman-teman harus punya perbandingan dengan Jepang, Australia, dan negara-negara Eropa. Eropa menggunakan home-grown player misalnya, pemain tersebut harus 36 bulan di akademinya. Sekurang-kurangnya 5-6 pemain di skuatnya. Kita mau ambil itu sebagai contoh, jadi ada pertimbangan home-grown player," tambah Jokdri.

Video: El Clasico Bukan Penentu Juara La Liga
 


(REN)


Video /