Egy Maulana Berpeluang Besar ke Liga Prancis?

Kautsar Halim    •    05 Januari 2018 22:14 WIB
liga indonesia
Egy Maulana Berpeluang Besar ke Liga Prancis?
Imam Nahrawi (kiri) dan Egy Maulana Vikri (kanan) saat berjumpa di Kantor Kemenpora. (Foto: Dok. Kemenpora)

Jakarta: Bintang timnas U-19, Egy Maulana Vikri, memang belum membeberkan klub yang bakal menaunginya. Namun, ia berpeluang berlabuh ke Prancis jika melihat hasil pertemuan dengan Menpora, Imam Nahrawi.

Pertemuan Egy dengan Imam berlangsung di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta Selatan, pada Jumat 5 Januari. Saat itu, Egy datang ditemani agennya, Duzan Bogdanovic dan ayah angkatnya, Subagja.

Pertemuan sengaja digelar Kemenpora karena ingin mengetahui perkembangan cita-cita Egy yang ingin berkarier di Eropa. Terlebih lagi, Egy bakal menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Maret mendatang.

Pertemuan itu menyebutkan bahwa cita-cita Egy hampir terwujud. Pasalnya, kata Duzan, Egy sedang dilirik sejumlah klub dari enam negara di Eropa, yakni Polandia, Jerman, Spanyol, Italia, Prancis, dan Portugal.

Klik: Diisukan Dipecat, Sekjen PSSI: Sampai Ketemu di GBK 14 Januari

Prancis menjadi peluang terbesar untuk berkarier karena ia punya sejumlah pengalaman manis. Pada Desember lalu, Egy pernah dipanggil Saint-Etienne untuk menjalani trial dan hasilnya pun bisa mencetak dua gol dalam laga uji coba.

Selain itu, Egy juga pernah meraih penghargaan Jouer Revelation Trophee saat membela timnas U-19 di ajang Toulon Cup 2017. Tren positif inilah yang disinyalir membuat Egy menjadi bidikan klub besar di Prancis.

Saat pertemuan di Kemenpora, Egy belum bisa mengaku jika dirinya bakal berlabuh ke Prancis atau negara lainnya. Namun, Menpora mengatakan bakal tetap mendukungnya apabila Egy bisa mendapatkan klub yang dekat dengan masjid atau bisa menghargai hakekat seorang muslim.

"Kemenpora mendukung dan memberikan ruang untuk memilih klub mana yang berlabuh di hati Egy. Karena pilihannya pasti ada pertimbangan, tidak hanya soal rencana kontrak tapi juga memikirkan psikologi. Salah satunya harus dekat masjid. Soalnya, Egy ini sangat agamis sekali," ujar Imam dalam jumpa pers pertemuannya dengan Egy.

Klik: Ferdinand Sinaga: Media Lebih Menakutkan Ketimbang Suporter

Melirik pernyataan Imam, tampaknya Prancis merupakan negara Eropa yang paling memenuhi kriteria. Pasalnya, perbedaan antar umat beragama sangat dihargai sekali dan tidak sedikit juga umat muslim yang tinggal di sana. 

Kendati demikian, Egy tetap kukuh belum bisa mengatakan bahwa dirinya lebih memilih Prancis. Ia hanya bisa memberikan harapan bahwa informasi itu akan diumumkannya sekitar dua bulan lagi. Menpora dan Duzan yang berada di sebelah Egy turut memahami hal tersebut.

"Saya hanya ikut bermain saja waktu di Prancis (bersama Saint-Etienne). Informasinya akan disampaikan sekitar satu hingga dua bulan lagi," kata Egy.

"Saya minta tolong jangan ditulis nama Saint-Etienne. Soalnya kami semua di sini ingin bantu Egy dan bukan cari sensasi," timpal Duzan.

"Biarkan kami menjadi sumbernya untuk mengumumkan klub mana yang dipilih Egy. Semua ini pasti ada kode etiknya," tambah Imam menutup.

Video: Misi Madura United di Suramadu Cup
 



Video /