Jelang Arema FC vs Madura United

Panpel Arema FC Larang Suporter Madura ke Malang

Rahmatullah    •    11 Mei 2017 14:32 WIB
liga 1 indonesia 2017
Panpel Arema FC Larang Suporter Madura ke Malang
Fan Madura United. (Foto: Metrotvnews.com/Rahmatullah)

Metrotvnews.com, Pamekasan: Panitia pelaksana (panpel) Arema FC melarang kedatangan suporter dari Madura ke Stadion Kanjuruhan ketika pertandingan pekan keenam Liga 1 antara tuan rumah Arema FC menghadapi Madura United, Minggu 14 Mei.

Dalam surat bernomor 024/PANPEL/ARM/V/2017 yang ditandatangani ketua panitia Abdul Haris menyatakan, dengan berat hati panpel Arema belum bisa memberikan kuota untuk suporter Madura United. Penyebabnya, pertimbangan keamanan serta kejadian saat pertandingan TSC 2016. 

"Ini juga berkaitan dengan ijin rekomendasi dari pihak keamanan. Mohon bantuannya agar suporter Madura United tidak hadir untuk mendukung tim dimaksud," ujar Abdul Haris melalui surat resmi yang sudah sampai ke semua elemen suporter di Madura.

Baca: Kriteria Sekjen PSSI versi Edy Rahmayadi


Atas pelarangan tersebut, beragam komentar datang dari suporter. Salah satunya dari Fandi di Sumenep. Ia menilai keputusan panpel Arema semakin menyulut permusuhan antar suporter. Padahal, selama ini tidak pernah ada masalah serius antara Aremania dengan suporter Madura.

"Semakin banyak suporter tamu dilarang ke Malang, maka Aremania juga akan kesulitan kala mendukung timnya di luar kandang. Bagi kami tidak masalah asalkan nanti Aremania juga jangan ke Madura," tegasnya.

Sementara pembina komunitas suporter Taretan Dhibik, Faizal Ibra, sangat menyayangkan pelarangan suporter berangkat ke Malang. Padahal menurutnya permasalahan antara Aremania dengan suporter Madura United, khususnya Taretan Dhibik, telah selesai.

Baca: Tanggapan Ketum PSSI soal Kualitas Wasit Liga Indonesia


Pihaknya berharap Panpel Arema dan pihak keamanan tidak mengeluarkan keputusan sepihak. Karena bisa dilakukan musyawarah dengan suporter Madura United. Jika pertimbangannya terkait bentrokan kecil antara kedua kubu suporter di Stadion Kanjuruhan tahun lalu, Faisal mengaku sudah diselesaikan dengan jalan damai.

"Perwakilan Aremania tahun lalu sudah meminta maaf kepada Taretan Dhibik di Mapolres Pamekasan. Bahkan juga difasilitasi Polres Malang. Jika memang demikian, berarti Panpel dan Pihak Polres Malang tidak menghargai perdamaian tahun lalu," tegas pria yang akrab disapa Ical itu.

Video: Rekor Clean Sheet Juventus Terhenti



(ASM)

Hadapi City, Napoli Diminta Istirahatkan Bintang
Jelang Manchester City vs Napoli

Hadapi City, Napoli Diminta Istirahatkan Bintang

10 hours Ago

Meski laga melawan City menjadi pertarungan penting, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis just…

BERITA LAINNYA
Video /