KITAS Pemain Asing Bermasalah

Pemerintah Bakal Mempermudah Izin Penggunaan Pesepak Bola Asing

Alfa Mandalika    •    21 April 2017 12:15 WIB
liga 1 indonesia 2017
Pemerintah Bakal Mempermudah Izin Penggunaan Pesepak Bola Asing
Michael Essien mengalami masalah dengan KITAS. (Foto: Ant/Fahrul Jayadiputra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah akan mempermudah pengurusan persyaratan administratif atlet asing baik IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing) maupun KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara).

"Hasil dari pertemuan hari ini (red-kemarin) adalah, pemerintah akan mempermudah perizinan bagi pemain sepak bola asing. Semangatnya adalah, sepak bola nasional harus maju," kata Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Maruli A Hasoloan. 

Kementerian Ketenagakerjaan melakukan rapat terbatas pembinaan penggunaan tenaga kerja asing sektor keolahragaan, khususnya pemain sepak bola bersama Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta, Kamis 20 April.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Hery Sudharmanto dan dihadiri Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker Maruli A Hasoloan, Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM Friment S Aruan, Deputi Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Chandra Bhakti, Ridjaldi dari BOPI, Izran HP dari PT Liga Indonesia Baru serta Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Baca: Essien dan Cole Belum Punya KITAS, Persib: Kita Sudah Minta Izin ke PSSI!


Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) melansir ada 25 pemain asing dari 11 klub sepak bola yang belum memiliki izin. Sementara itu, Friment mengatakan izin penggunaan pemain asing bukan hanya terkait KITAS yang dikeluarkan Dirjen Imigrasi, namun juga IMTA yang dikeluarkan oleh Kemnaker.

"KITAS akan turun jika sudah ada IMTA," ujar dia. Ia juga meminta kepada klub untuk mematuhi regulasi yang ada terkait penggunaan pemain asing dan menegaskan bahwa Kemnaker dan Imigrasi tidak mempersulit dan menghambat penggunaan pemain asing.

Kemnaker juga menjamin pengurusan izin mudah, cepat dan transparan dan penerbitan izin bagi pemain asing sepenuhnya tergantung dari pengajuan izin dari klub sebagai pengguna atau penjamin pemain asing.

"Kalau permohonan sudah masuk, maksimal dua hari IMTA sudah terbit," ujarnya.

Sedangkan rangkaian mendapatkan izin penggunaan pemain asing adalah klub mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kersa Asing (RPTKA) ke Kemnaker. Daripengajuan tersebut, Kemnaker akan menerbitkan IMTA. Untuk mempermudah pengurusan izin, jika sebelumnya para klub melampirkan rekomendasi dari BOPI, pertemuan itu menyepakati klub langsung mengajukan IMTA ke Kemnaker tanpa perlu rekomendasi BOPI.

Baca: Michael Essien dan Carlton Cole Terancam Dideportasi


Setelah mendapatkan IMTA, klub mengajukan permohonan Visa Izin Tinggal Sementara (VITAS) dan Izin Tinggal Sementara (ITAS) ke Dirjen Imigrasi Kemenkum dan HAM, yang wajib ditembuskan kepada BOPI, Kemenpora sebagai bahan pengawasan di lapangan.

Pertemuan tersebut juga menyepakati pemain asing yang akan mengikuti uji coba sebelum kontrak dengan klub diperbolehkan datang ke Indonesia hanya menggunakan ITAS maksimal 30 hari. Namun kemudahan ini hanya untuk uji coba dan pertandingan tidak resmi (nonliga) PSSI. "Namun ITAS harus dilaporkan ke BOPI dan Kemenpora, serta tak dapat diperpanjang dan tak dapat dikonversi ke izin yang lain," kata Friment.

Meski sepakat memberikan kemudahan perizinan, namun pertemuan tersebut juga menyepakati bahwa pemerintah akan menindak tegas pemain asing yang belum memiliki IMTA dan ITAS, baik oleh aparat Imigrasi maupun Kemnaker sesuai dengan aturan yang berlaku. (Ant)

Video: Imigrasi Layangkan Teguran Keras untuk Persib Bandung



(ASM)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

1 day Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /