Joko Driyono Akui Punya Saham Mayoritas Persija

A. Firdaus    •    09 Maret 2018 13:38 WIB
persija
Joko Driyono Akui Punya Saham Mayoritas Persija
Joko Driyono (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono akhirnya mengakui bahwa ia mempunyai saham mayoritas di Persija Jakarta. Penjelasan itu ia lakukan usai beredar kabar dirinya punya saham di Persija.

Bahkan dalam laporan tersebut, pria yang karib dipanggil Jokdri ini menguasai 95 persen saham PT Jakarta Indonesia Hebat (JIH), yang merupakan pemegang saham terbesar PT Persija Jaya Jakarta. Jumlah sahamnya di PT Persija Jaya Jakarta mencapai 80 persen.

"Yang ditulis di media dan ramai di sosial media 99 persen benar. Dalam konteks data itu legal. Yang kami tidak bisa dihindari adalah spekulasinya," ujar Jokdri kepada media.

"Jelang kompetisi musim 2017, saya amati Persija dalam kapasitas PSSI dan liga, kami ingin Persija keluar dari kesulitan yang dialami pada tiga sampai lima musim ke belakang dan ingin mentranformasi menjadi klub profesional yang kita harapkan semua," terangnya.

Baca: Liga 1 Berakhir Desember, Bagaimana Nasib Klub Indonesia di Piala AFC 2019?


Transformasi ini menurut Jokdri menyasar pada struktur kepemilikan. Misinya adalah transformasi kepemilikan tunggal atau perorangan menjadi kepemilikan kolektif di sebuah klub. Proses ini dua sampai empat tahun, kini Jokdri hanya memastikan Persija ini jangan sampai berpindah kepemilikan dari orang ke orang lain yang berpotensi merugikan klub.

Selain itu, Jokdri juga meyakinkan bahwa tak masalah jika anggota federasi terlibat kepemilikan saham. Tapi statusnya hanya sebagai pemilik saham dan tidak ikut campur untuk urusan klub.

"Saya dalam kapasitas Liga atau PSSI sebenarnya ini bukan yang pertama. Persis Solo waktu dualisme, Persiba dalam kondisi kesulitan, dan Arema juga. Persija juga ingin seperti itu. Misinya adalah mengantarkan Persija bertransformasi menjadi kolektif dan restruktur di sisi manajerialnya," tegasnya.

"PSSI punya kepentingan memproteksi ini. Banyak juga di beberapa negara, misalkan Brisbane Roar saat mereka bangkrut, FA masuk untuk mencoba menjembatani sehingga menjadi seperti ini. Jika tidak, kami (PSSI) menjual ide dan gagasan kan enggak laku," tutupnya.

 


(REN)


Video /