Sanksi Arema

Daripada Mengeluh, Suporter Arema Diminta Introspeksi Diri

Daviq Umar Al Faruq    •    11 Oktober 2018 22:22 WIB
arema malangliga 1 indonesia
Daripada Mengeluh, Suporter Arema Diminta Introspeksi Diri
Aremania (Foto: FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Malang: CEO Arema FC, Iwan Budianto berharap Aremania (julukan suporter Arema FC) bisa menerima dengan lapang dada keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Daripada mengeluh dan melakukan demo, ia mengajak seluruh Aremania untuk introspeksi diri.

Hari ini, Kamis 11 Oktober2018, Komdis PSSI resmi merilis sanksi untuk Arema terkait sejumlah insiden yang terjadi pada laga derby Jatim melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, 6 Oktober lalu.

"Jadikan perenungan massal dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita," kata Iwan dalam keterangan resminya, Kamis 11 Oktober 2018.
 

Baca: Hasil Sidang Komdis PSSI: Arema Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim


Seperti diketahui, Arema FC resmi dijatuhi sanksi oleh PSSI. Sanksi itu didapat setelah pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI menemukan beberapa pelanggaran dalam laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 6 Oktober. 

Beberapa pelanggaran itu antara lain pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema terhadap suporter Persebaya serta intimidasi yang dilakukan oleh suporter Arema dengan cara mendekati pemain Persebaya.

Atas kedua pelanggaran ini, Arema diberi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton pada laga kandang. Selain itu, suporter Arema juga dilarang memberikan dukungan pada saat laga tandang hingga akhir musim kompetisi 2018.

Pria yang akrab disapa IB ini juga meminta agar seluruh pihak tidak merespons dan bereaksi negatif atas sanksi ini. Bahkan, suporter pun juga diminta bijak dalam menanggapi hukuman dari PSSI ini, terutama di media sosial.

"Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu, berdiskusi, berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang-ulang lagi di masa yang akan datang," jelasnya.

Diakhir, IB menyampaikan bahwa seluruh jajaran manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf atas segala perilaku negatif dan kejadian yang menimbulkan kerugian psikis maupaun materi dalam kejadian ini.

"Ke depan harus kita songsong harapan baru yang lebih baik. Kami yakin Aremania akan bisa berubah menjadi suporter yang disegani, dihargai, dihormati dan berprestasi," pungkasnya.
 

Baca juga: Jangankan Sampai Akhir Musim, Arema Ikhlas Jika Dihukum 10 Tahun


Sebelumnya diberitakan, dalam laga Arema kontra Persebaya sebelumnya terdapat beberapa perbuatan tidak terpuji yang dilakukan para suporter. Di antaranya meneriakan cacian hinaan serta menerobos masuk ke lapangan saat turun minum dan beberapa waktu setelah babak kedua berakhir.

Pelanggaran lainnya yakni penyalaan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda Rp 100 juta.

Selain kepada klub, Komdis PSSI juga menghukum dua suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Leani Oktila Melaju ke Final Bulu Tangkis Asian Para Games




(ACF)


Video /