Agum Gumelar Angkat Bicara Soal Kinerja Satgas Antimafia Bola

Rendy Renuki H    •    06 Februari 2019 06:13 WIB
Pengaturan Skor Sepak Bola
Agum Gumelar Angkat Bicara Soal Kinerja Satgas Antimafia Bola
Agum Gumelar (MI/Atet Pramadia)

Jakarta: Mantan ketua umum PSSI, Agum Gumelar angkat bicara mengenai kinerja Satgas Antimafia Bola. Ia berharap publik memberi keleluasaan kepada Satgas untuk bekerja.

Salah satu peserta Liga 1, Arema FC sempat mengutarakan kecemasan Indonesia bakal kembali terkena sanksi FIFA, karena intervensi pemerintah dalam mencari pengaturan skor. Bahkan, Polisi sampai menggeledah kantor PSSI dan PT Liga Indonesia.

Kecemasan serupa datang dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. Menurutnya, pihak terkait harus berkonsolidasi menanggapi kejadian ini. Erick prihatin Kepolisian, PSSI, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak bersinergi dalam menyelesaikan kasus.

"Biarkan mereka bekerja lah. Kan semua juga tidak suka kalau ada pengaturan skor. Biarkan mereka bekerja," kata Agum kepada awak media di Jakarta, Selasa 5 Februari.

Agum menambahkan, saat masih menjabat sebagai ketum PSSI, ada tiga poin tabu yang ia berlakukan di sepak bola nasional. Pertama adalah pemain tabu berkelahi di tengah lapangan. 

"Itu pengecut. Tabu kedua adalah tabu melawan keputusan wasit dengan cara yang tidak wajar. Menendang wasit, mengeroyok wasit. Yang ketiga tabu suap," tegasnya.

Sementara mengenai pemberantasan praktik pengaturan skor, Agum menyerahkannya kepada polisi.

"Pengaturan skor dan suap itu tugasnya polisi. Tugas PSSI jangan suap ini kemudian mempengaruhi pertandingan. Itu yang tidak boleh," beber Agum.

Meski sudah tidak menjabat sebagai ketua umum PSSI, Agum sebenarnya masih sempat aktif di sepak bola nasional. Salah satunya saat ditunjuk sebagai Ketua Komite Normalisasi saat konflik melanda PSSI yang akhirnya berujung pada sanksi FIFA.

 


(REN)