Turnamen Usia Muda BIFC 2018 Resmi Dibuka di Bali

Rendy Renuki H    •    02 Desember 2018 19:43 WIB
sepak bola
Turnamen Usia Muda BIFC 2018 Resmi Dibuka di Bali
Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta (kanan) saat membuka turnamen sepak bola usia dini BIFC 2018 di Badung, Bali, Minggu 2 Desember. (Dok. Kemenpora)

Jakarta: Turnamen sepak bola usia muda Bali International Football Championship (BIFC) 2018 resmi dibuka Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta di Badung, Bali, Minggu 2 Desember. Turnamen yang berlangsung di Stadion Pecatu, Badung, diikuti 12 tim dari sembilan negara pada even perdana yang digelar Indonesia itu.

Tiga tim di antaranya dari Indonesia. Yaitu Tim Nasional (Timnas) Pelajar yang menjuarai Piala Menpora U-14 2017 yang diarsiteki Firman Utina. Kemudian ada Badung Ragunan FC (Bara) FC di bawah asuhan Bambang Warsito. Tim ketiga adalah All Star Badung.

Sementara peserta asing yang ikut serta, ialah Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Malaysia (Felda United FC), Singapura (Sporting CF SA).

Dari hasil pengundian, Tim Nasional Pelajar tergabung di Grup A bersama Apuesto dan Busan. Bara FC di Grup B bersama Progresso Sano dan Cruzeiro. Lalu Bali All Stars di Grup C bersama Sporting Academy dan Hubei. Tiga tim lainnya di Grup D.

"Ini perhelatan pertama diluar event federasi di Indonesia untuk level internasional. Kami bersyukur Badung menyambut baik program Kemenpora dan siap menjadi tuan rumah penyelenggara," kata Raden Isnanda saat pembukaan.

BIFC 2018 ini merupakan kolaborasi Kemenpora dan Pemerintah Kabupaten Badung dengan menggandeng KONI, swasta, dan masyarakat. Kami siap menggelar turnamen internasional pertama di Tanah Air bagi usia muda setiap tahunnya dimulai 2018.

BIFC memiliki tiga tujuan besar. Pertama, memperkuat hubungan yang erat sepak bola muda di Asia  Pasific. Kedua, memberikan pengalaman para pemain Indonesia untuk menghadapi tim luar. Selain itu, untuk mendongkrak pariwisata Tanah Air, khususnya Bali.

"Ke depan bisa jadi banyak negara yang datang ke Badung. Bukan hanya karena banyak objek wisata saja, tapi juga sepak bolanya. Semoga ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung," imbuh Isnanta.

Sementara, Kepala Desa Pecatu Kabupaten Badung,  Made Karyana mengatakan dampak kegiatan ini luar biasa. Ekonomi mikro sangat potensi untuk pemberdayaan di Pecatu. Dia mengatakan segala persiapan non teknis sudah matang. "Para peserta sudah meninjau Lapangan Pecatu dan mereka cukup puas dengan fasilitas yang kami miliki," ujar Made Karyana.

Sementara, ketua umum yayasan Gobolabali, I Gusti Agung Putu Nuaba menjanjikan ada sesuatu yang berbeda dalam turnamen ini. Dia mengerahkan timnya yang berjumlah enam orang di lapangan untuk memantau pergerakan para pemain. "Ada sesuatu yang lain yang kami berikan. Saat kompetisi nanti kami akan menilai mereka dalam bentuk statistik," kata I Gusti Agung.

Tujuannya, menurut I Gusti Agung untuk memberikan masukkan kepada tiap pelatih negara peserta. Diharapkan statistik yang dijabarkan nanti bisa dijadikan bahan evaluasi. Hasil drawing, laga perdana, Senin 3 Desember akan memainkan wakil Filipina, Apuesto Bueno United FC, menghadapi Tim Nasional Pelajar.

 


(REN)


Vietnam Juara Piala AFF 2018

Vietnam Juara Piala AFF 2018

2 days Ago

Vietnam sukses menekuk Malaysia 1-0 di lek kedua Final Piala AFF 2018. Hasil ini memastikan Vie…

BERITA LAINNYA
Video /