Liga 1 Indonesia 2017

Pernyataan Bhayangkara FC Terkait Keputusan Komdis PSSI

Rendy Renuki H    •    09 November 2017 06:30 WIB
liga 1 indonesia 2017
Pernyataan Bhayangkara FC Terkait Keputusan Komdis PSSI
Para pemain Bhayangkara FC sedang melakuakn latihan (Dok. Medua BFC)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kubu Bhayangkara FC (BFC) memberikan pernyataan resmi terkait keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan kemenangan WO atas Mitra Kukar. Keputusan Komdis tersebut memancing protes Mitra Kukar dan Bali United.

BFC diberikan kemenangan "gratis" oleh Komdis PSSI usai Kukar ketahuan memainkan pemain yang sedang terkena sanksi larangan tampil dua laga dan denda Rp10 juta, Mohamed Sissoko. Tambahan tiga poin membuat BFC menjadi pemuncak klasemen Liga 1 Indonesia menggeser Bali United.

Padahal sebelum keputusan itu, Bali United berbeluang besar menjuarai Liga 1 karena unggul dua poin dari BFC. Namun, menyikapi protes tersebut, BFC pun mengeluarkan pernyataan resminya sembari memberikan contoh kasus yang sama dan pernah mereka alami terkait kelalaian operator dalam mengeluarkan Nota Larangan Bermain (NLB).

"Melihat fakta tanggal diturunkan keputusan itu (surat keputusan Komdis PSSI dalam kasus pelanggaran Sissoko no 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017), yaitu 28 Oktober, sedangkan melawan Bhayangkara FC 3 November. Sangat tidak masuk jika pihak Mitra Kukar tidak menerima pemberitahuan via email yang sama, karena selama ini komunikasi dengan Liga dilakukan via email," bunyi pernyataan BFC, Rabu (8/11/2017) malam.

Baca: Joko Driyono: Juara Liga 1 Tunggu hingga Kompetisi Selesai


"Artinya, klub harus selalu cek dan ricek terkait status pemain mereka. Seperti juga ketika kami tidak bisa memainkan Indra Kahfi ketika melawan Persela. Saat itu, bahkan Nota Larangan Bermain (NLB) Indra Kahfi belum keluar ketika Bhayangkara FC hendak melawan Persela (27/10/2017)," sambung pernyataan BFC. 

"Namun, kami tetap melakukan komunikasi dengan Liga dan Komdis yang ternyata Indra Kahfi mendapatkan hukuman tambahan, karena mendapatkan kartu merah ketika melawan PSM Makassar (19/10/2017). Karena prosedurnya, NLB keluar satu minggu sebelum pertandingan, tapi keputusan Komdis keluar 3-4 hari sebelum pertandingan. Jadi dalam hal ini klub yang harus aktif melihatnya sesuai dengan bunyi regulasi."

Dalam pernyataannya, BFC pun menegaskan jika Komdis adalah badan independent yang tidak pernah dan tidak bisa di intervensi. Mereka pun menegaskan jika melihat klasemen, BFC adalah tim yg paling banyak menang dari tim lain di Liga1.

Polemik pun belum berhenti di situ. Pasalnya, usai meraih kemenangan 3-1 atas Madura United tadi malam, BFC belum dianggap sebagai juara oleh operator PT Liga Indonesia Baru (LIB). Pihak operator berpendapat jika penentuan juara harus ditunggu hingga berakhirnya kompetisi.

Video: Kontroversi Sissoko
 


(REN)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

15 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /