Buntut Kericuhan di Laga PSM vs Bali United

Dijatuhi Sanksi Berat, PSM Makassar Ajukan Banding

Andi Aan Pranata    •    10 November 2017 17:47 WIB
liga 1 indonesia 2017
Dijatuhi Sanksi Berat, PSM Makassar Ajukan Banding
Momen saat terjadinya kericuhan jelang berakhirnya laga PMS vs Bali United (Foto: Andi Aan Pranata)

Makassar: Manajemen Klub PSM Makassar resmi mengajukan banding kepada Komisi Disiplin PSSI. Banding tersebut menyikapi sanksi berat terhadap PSM akibat kericuhan saat menjamu Bali United pada kompetisi Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, 6 November lalu.

Diketahui, pada pertandingan tersebut Bali United berhasil unggul 1-0 atas tuan rumah PSM. Gol dicetak Stefano Lilipaly pada masa injury time. Hasil itu memancing reaksi oknum penonton yang melempari bench tim tamu serta merangsek masuk ke lapangan pertandingan. Selain itu juga terjadi keributan antara kedua tim.

Berdasarkan rekapitulasi sidang Komdis PSSI, setidaknya ada tujuh sanksi terkait pertandingan PSM melawan Bali United. Panitia pelaksana pertandingan dikenai denda Rp75 juta akibat pelemparan botol dari tribun penonton ke arah bench official tim tamu. Adapun denda Rp50 juta diputuskan karena pemain dan ofisial PSM terlibat keributan dengan tim tamu.

Selanjutnya, striker PSM Ferdinand Sinaga dilarang bermain dua kali plus denda Rp50 juta karena dianggap memprovokasi hingga terjadi keributan. Asisten pelatih Bahar Muharram dianggap memukuli pemain Bali United sehingga dilarang memasuki bench dan ruang ganti selama enam bulan. Dengan alasan yang sama, Ketua Panpel Ali Gauli dilarang masuk stadion selama enam bulan plus denda Rp20 juta.
 

Baca: Umuh Kena Sanksi 6 Bulan, Vujovic Dihukum 5 Laga


Akibat keributan itu empat pertandingan kandang PSM juga wajib dilakoni tanpa penonton. Adapun sanksi bagi kubu Bali United hanya berlaku bagi I Gede Sukadana, yang dianggap memprovokasi keributan. Dia dilarang bermain dua kali serta didenda Rp50 juta.

Media Officer PSM Makassar Andi Widya Syadzwina mengungkapkan, banding diajukan sebagai bentuk keberatan terhadap sanksi komdis. Pihaknya menganggap sanksi tersebut keliru karena tidak didasari fakta dan bukti yang sesuai di lapangan.

"Tadi malam kita ajukan. Harapan kita sanksi bisa dicabut atau diringankan," kata Wina di Makassar, Jumat 10 November 2017.
 

Baca juga: Luapan Kekecewaan Bali United terkait Keputusan Komdis PSSI


Wina mengatakan, sanksi tersebut sangat berat bagi PSM. Padahal, jika ditelaah, kejadian tidak melulu karena kesalahan tuan rumah. Karena itu pihaknya memohon pertimbangan kembali.

"Kita lampirkan sejumlah bukti-bukti, yang intinya meminta keringanan sanksi," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Utama PSM Makassar Munafri Arifuddin menyayangkan kericuhan di pertandingan kandang Liga 1. Dia menyebut kejadian itu berkat ulah provokasi oleh oknum.

“Baik yang senang maupun tidak dengan keadaan tim, seharusnya jangan ada provokasi. Masalah sanksi akan kita hadapi. Akan kita lihat seperti apa bentuknya,” kata Munafri seusai pertandingan.

Video: ?Raih 68 Angka, Bhayangkara FC Belum Juara Liga 1 2017
 


(ACF)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

15 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /