Pada Hari Ini

2015: Mosi tidak Percaya untuk Menpora

Alfa Mandalika    •    05 Januari 2018 13:29 WIB
pada hari ini
2015: Mosi tidak Percaya untuk Menpora
Menpora Imam Nahrawi. (Foto: Ant/M Agung Rajasa)

Jakarta: Asosiasi Provinisi PSSI menentang keberadaan Tim Sembilan bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Asprov PSSI akhirnya membentuk forum dan menyampaikan surat mosi tidak percaya terhadap Imam tepat pada hari ini 5 Januari 2015.

Forum Asprov PSSI itu dibagi menjadi tiga yakni perwakilan barat, tengah, dan timur. Inti dibentuknya forum itu karena keresahan mereka terhadap Tim Sembilan.

Ya, Tim Sembilan bentukan Menpora bertugas mengawasi semua sepak terjang PSSI. Hal itu dilakukan lantaran Imam melihat prestasi sepak bola Indonesia tidak ada peningkatan dan PSSI dianggap tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Tak lama Tim Sembilan terbentuk, Asprov PSSI langsung menyatakan mosi tidak percaya. Terdapat enam poin yang ditujukan kepada Menpora Imam Nahrawi.

Baca: Resmi, Persib Datangkan Gelandang Asal Korsel


Berikut enam tuntutan forum Asprov PSSI untuk Menpora:
1. Bahwa Menpora tidak memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan dan kemajuan olah raga, khususnya sepakbola.

2. Bahwa Menpora RI telah mengeluarkan pernyataan yang provokatif serta diskriminatif akibat minimnya pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya terhadap sepak bola, khususnya tentang komentar tentang rencana pembekuan PSSI tanpa mengetahui arti dan dampak pembekuan bagi sepakbola Indonesia.

3. Bahwa langkah Menpora RI tersebut adalah sebuah langkah mundur bagi organisasi PSSI dan sepakbola itu sendiri.

4. Bahwa Menpora RI tidak berkonsultasi kepada KONI dan KOI sebagaimana dimaksud dalam poin-poin di atas.

5. Dengan alasan tersebut bahwa saudara Imam Nahrawi tidak qualified sebagai Menpora RI yang menaungi olahraga.

6. Meminta kepada Presiden RI dan Komisi X DPR RI untuk mengevaluasi kapabilitas saudara Imam Nahrawi dan segera menggantinya jauh hari sebelum pelaksanaan SEA Games 2015.

Tak butuh waktu lama, atau sehari setelah terbitnya tuntutan Asprov, Menpora langsung memberikan jawaban. Berikut jawaban Kemenpora untuk Asprov PSSI:

1. Enam poin yang dilayangkan tersebut cenderung sangat emosional, karena Tim Sembilan baru mengadakan rapat perdana pada tanggal 5 Januari 2015 siang, sama sekali tidak menunjukkan sikap konfrontatif dan provokatif terhadap PSSI dan justru tema utamanya adalah ajakan pada publik untuk mengusung esensi National Character Building dalam bidang persepakbolaan nasional.

2. Menpora baik sebelum maupun setelah Tim Sembilan dibentuk sama sekali tidak pernah melontarkan pernyataan bagi pentingnya pembekuan PSSI ataupun pembentukan PSSI tandingan atau bahkan penggantian pengurus PSSI yang eksisting. Ini bisa dibuktikan dengan menyimak dari semua media yang ada.

3. Keberadaan Tim Sembilan pada dasarnya justru untuk perbaikan prestasi persepakbolaan nasional itu sendiri. Hendaknya diingat, bahwa sesuai UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, khususnya pada Pasal 1 butir 33 yang menyebutkan, bahwa Menteri adalah menteri yang bertanggung-jawab dalam bidang keolahragaan. Sehingga sudah sewajarnya Menpora melakukan suatu langkah untuk perbaikan persepakbolaan nasional sebagai bagian dari keolahragaan nasional.

Baca: Bocoran Pemain Persija yang Tampil di AFC 2018


4. Kebutuhan Kemenpora melalui Tim Sembilan untuk berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan bidang olahraga baik langsung maupun tidak langsung sudah ada dalam agenda kerja Tim Sembilan, termasuk mengundang KOI dan KONI pada pertemuan pada tanggal 7 Januari 2015.

5. Kompetensi Imam Nahrawi selaku Menpora tentu sudah dipertimbangkan dan diketahui oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sebelum penunjukkan, dan sejauh ini dalam kurun waktu 2 bulan lebih sejak dilantik sudah menunjukkan sejumlah prestasi yang signifikan bagi pengembangan olahraga di Indonesia, Di antaranya tuntasnya penyelesaian rekomendasi alih fungsi Stadion Lebak Bulus, keterbukaan komunikasi dengan para pengurus cabang olahraga, rencana pembangunan "One Field for One Village" seluruh Indonesia bersama Kemdagri, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, akan melanjutkan pembangunan fasilitas Hambalang yang sempat terhenti, rencana pemanfaatan KBRI dan Konjen RI di seluruh dunia sebagai penyedia sport intelligence dan lain sebagainya.

6. Munculnya mosi yang disampaikan di kantor PSSI tersebut menunjukkan inkonsistensi PSSI terhadap keberadaan Tim Sembilan, yang semula sempat mengecam keras jauh sebelum Tim Sembilan terbentuk, kemudian agak mengendur di hari pembentukan Tim Sembilan, tapi mengeras kembali penolakannya saat Kongres PSSI tangga 4 Januari 2015, meskipun Ketua Umum PSSI sempat mengatakan tidak perlu mempersoalkan Tim Sembilan karena tidak mengetahui platform-nya.

7. Kemenpora menghimbau PSSI dan jajarannya untuk tetap kooperatif bagi evaluasi ini, karena selain transparan, juga bukan untuk kepentingan Menpora pribadi, tetapi untuk kepentingan bangsa Indonesia secara keseluruhan. 

Tak ingin ketinggalan berita bola ? Follow instagram kami @medcom_bola

Video: Misi Madura United di Suramadu Cup


(ASM)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /