Satgas Cium Kejanggalan laga PSS Sleman vs Madura FC

   •    06 Januari 2019 11:04 WIB
liga indonesia
Satgas Cium Kejanggalan laga PSS Sleman vs Madura FC
Satgas Antimafia Bola (Foto: Medcom.id/ Isfan harun Ramadhan)

Satgas Antimafia Bola menilai ada kejanggalan pada laga PSS Sleman kontra Madura FC. 

Jakarta: Juru Bicara Satuan Tugas Antimafia Bola, Komisaris Besar Syahar Diyantono, mengungkapkan tim satgas antimafia bola tengah menyelidiki indikasi lanjutan dari kenjanggalan pertandingan PSS Sleman menghadapi Madura FC di Stadion Maguwoharjo pada 6 November 2018. 

"Pekan ini tim satgas antimafia bola tengah menyelidiki pertandingan antara Sleman dan Madura untuk mengetauhi siapa-siapa saja yang teribat, saat ini prosesnya di tingkatkan menjadi penyidikkan dari yang sebelumnya lidik," ungkap Syahar.

Demi mendalami indikasi pengaturan pada laga tersebut. Satgas antimafia bola telah memanggil dua orang untuk dimintai keteranganya terkait pertandingan PSS Sleman dengan Madura FC. Keduanya yakni Sekjen PSSI Ratu Tisha dan Direktur Utama PT LIB Risha Agung. Dalam pemanggilan keduanya menjelaskan peran dan tugasnya masing masing.

Selain itu Syahar juga mengungkapkan, hingga kini satgas terus membuka laporan dan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pengaturan skor yang terjadi. Ia juga menambahkan, sejauh ini satgas anti mafia bola sudah menerima 278 laporan masuk dan 60 laporan diantarnya dilanjutkan kedalam tahap penyelidikan. 

"Yang jelas kami masih akan terus bekerja sampai tidak ada lagi laporan dan aduan masyarakat terkait dugaan pengaturan skor, dan  kemungkinanan ada tersangka baru lagi," kata Syahar.

Secara keseluruhan, sejauh ini tim satgas sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan anggota komite wasit Dwi Irianto alias Mbah putih, anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, dan mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta putrinya Anik Yuni Artikasari.

Video: Persija Cari Pelatih Baru