Laga BFC kontra FC Tokyo Pererat Diplomasi Indonesia-Jepang

Rendy Renuki H    •    18 Januari 2018 23:45 WIB
liga indonesia
Laga BFC kontra FC Tokyo Pererat Diplomasi Indonesia-Jepang
Suasana jumpa pers laga uji coba Bhayangkara FC kontra FC Tokyo (Dok. Media BFC)

Jakarta: Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang tahun ini memasuki usia ke-60. Dalam rangkaian perayaan itu, PSSI dan J-League bekerja sama menyelenggarakan event J-League Asia Challenge 2018, yakni pertandingan persahabatan anggota tim J-League FC Tokyo dengan Juara Liga 1 musim 2017, Bhayangkara FC.

Pertandingan ini rencananya akan digelar pada 27 Januari mendatang di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam acara jumpa pers di kantor PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menyampaikan, PSSI sangat menyambut baik kerja sama ini. Apalagi sebelumnya PSSI juga sudah membuka kerja sama di beberapa bidang dengan federasi sepak bola Jepang, JFA.

"Indonesia dan Jepang memiiki hubungan diplomasi yang bagus. Lewat sepak bola hubungan diplomasi kedua negara akan kita pererat dan terus kita jaga. Atas nama PSSI, saya sampaikan selamat datang kepada sahabat-sahabat kami dari Jepang, khususnya J-League, di Jakarta, Indonesia,” kata Joko, lewat rilis yang diterima Medcom.id.

"Tanggal 27 Januari menjadi momentum yang sangat penting bagi kami semua. Alasan PSSI menunjuk Bhayangkara FC yakni sebuah kehormatan juara Liga 1 2017. Mudah-mudahan Bhayangkara FC bisa membalikkan sejarah dari sekian catatan dari hubungan Indonesia-Jepang di sepak bola dan memenangkan pertandingan," beber Joko.

Baca: Gol Debut Para Bintang Bantu Madura United Bantai Perseru


Pertandingan FC Tokyo dan Bhayangkara FC sebenarnya juga bagian dari J-League Asia Challenge. Sebuah upaya baru bagi liga profesional sepak bola Jepang dalam hal promosi dan pemasaran. 
Edisi perdana diselenggarakan tahun 2017 ini di Thailand. Sementara untuk tahun 2018, giliran Indonesia yang akan menjadi tuan rumah. Penyelenggaraannya akan terasa lebih spesial karena bertepatan dengan perayaan 60 tahun hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang.

Sementara, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishi mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih dan menyambut adanya J-League Asia Challenge ini. 

"Moto dari rangkaian acara ini adalah “Kerja Bersama dan Maju Bersama” di mana sangat relevan dengan bidang olahraga dan tentunya sangat sesuai dengan usaha untuk mempererat kerjasama antara kedua negara,” kata Masafumi.

"Pada hari peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang bisa mengadakan pertandingan ini. Saya berharap pertandingan nanti bisa jadi hal yang luar biasa bagi Indonesia dan Jepang," tambah Masafumi.

Sedangkan pihak J-League yang diwakili Wakil Presiden J-League, Hiromi Hara juga sangat bahagia karena di peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, ia dari J-League bisa ikut berpartisipasi. 

"Mulai dari pekan lalu, tak hanya di Jakarta, kami juga telah menggelar pertandingan di Medan. Saat saya ke Medan dan Jakarta, sangat terkejut dengan perkembangan kota di sini. Dari J-League, sebagai sahabat di Asia, kami sangat ingin berkembang bersama-sama semua," kata Hiromi.

"Saya juga sempat melihat pertandingan Indonesia melawan Islandia. Dan menurut saya, pemain yang hadir di sini (Muhammad Hargianto) adalah pemain yang berbakat. Saya ingin mengundangnya juga untuk main di J-League. Saya sempat menjadi pelatih Direktur untuk FC Tokyo selama lima tahun." 

"Menurut saya perkembangan pemain Indonesia itu sangat pesat dan cepat. Jadi kalau ada pemain yang bagus di Bhayangkara FC, tolong kasih tahu saya. Saya harap hubungan persahabatan pemain Jepang dan Indonesia bisa terjalin lebih erat lagi. Dari kami FC Tokyo juga sangat menantikan pertandingan tersebut," bebernya.

Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan PSSI kepada Bhayangkara. Di mana Bhayangkara pada 2017 sebagai juara. Ini kebanggaan yang luar biasa baginya. 

"Hubungan baik ini tentu perlu kita bina dan lestarikan. Apresiasi ini merupakan bentuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Dan tadi sudah disampaikan, kalau ada pemain Indonesia, khususnya Bhayangkara, berpotensi bisa bermain di sana, ini suatu bentuk penghargaan yang luar biasa," kata Sumardji.

"Ini adalah momen yang luar biasa yang tidak bisa dimiliki atau dirasakan klub lain. Mudah-mudahan dari Bhayangkara FC bermain sesuai dengan semangat dan tekad, paling tidak jangan sampai kalah dari Tokyo FC," ungakpnya.

Sementara, Pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto mengaku persiapan tim untuk menghadapi Tokyo FC masih terus berjalan. Meski ia saat ini sedang bergabung bersama Timnas Indonesia U-23 menjalani pemusatan latihan sampai 21 Januari mendatang.

"Untuk persiapan tanggal 27, saya dan teman-teman akan siap melakukan yang terbaik. Semoga pengalaman mendapat lawan tanding yang lebih matang dari semua sisi bisa menghasilkan pelajaran dari setiap menit atau apa pun yang terjadi di lapangan," urai Hargianto.

Pertandingan FC Tokyo dan Bhayangkara FC sebenarnya juga bagian dari J-League Asia Challenge. Sebuah upaya baru bagi liga profesional sepak bola Jepang dalam hal promosi dan pemasaran. Edisi perdana diselenggarakan tahun 2017 ini di Thailand. 

Sementara untuk tahun 2018, giliran Indonesia yang akan menjadi tuan rumah. Penyelenggaraannya akan terasa lebih spesial karena bertepatan dengan perayaan 60 tahun hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang.

 


(REN)