Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017

Andritany Buta Kekuatan Lawan di Tsunami Cup 2017

Kautsar Halim    •    01 Desember 2017 23:07 WIB
timnas u-23timnas indonesia
Andritany Buta Kekuatan Lawan di Tsunami Cup 2017
Penjaga gawang timnas Indonesia Andritany Ardhiyasa memuntahkan air saat latihan di Zeyar Thiri Sport Stadium. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Banda Aceh: Kiper timnas Indonesia Andritany Ardhiyasa membeberkan kesiapan dirinya untuk tampil di turnamen Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017. Meski mengaku siap, ia mengatakan belum bisa membaca kekuatan lawan sepenuhnya.

AWSTC atau yang disebut juga Tsunami Cup bakal berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada 2-6 Desember mendatang. Selain Indonesia, event yang tidak termasuk agenda FIFA itu juga akan diikuti oleh Brunei Darussalam, Mongolia, dan Kyrgizstan.


Klik: PSIS Pertahankan Subangkit sebagai Pelatih


Meski tidak termasuk agenda FIFA, bukan berarti Indonesia bakal meremehkan lawan-lawannya di ajang Tsunami Cup. Sebab, event tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri menyambut Asian Games 2018 Jakart-Palembang.

"Saya buta kekuatan lawan karena hanya pernah menghadapi Brunei saja di SEA Games. Selebihnya, saya hanya melihat permainan lawan lewat televisi saja," kata Andritany setelah dihubungi wartawan, Jumat 1 Desember.

"Kendati demikian, semua tim harus diwaspadai karena mereka punya kekurangan dan kelebihan masing-masing," tambah kiper yang juga membela Persija tersebut. 


Klik: Emanuel de Porras Tertarik Kembali Memperkuat PSIS


Andritany bukan satu-satunya kiper di timnas Indonesia. Selain dirinya, masih ada tiga penjaga gawang lainnya yang diboyong pelatih Luis Milla, yakni Satria Tama Hardianto, Awan Setho Raharjo, dan Kurniawan Kartika Ajie. Keempatnya tentu tidak dimainkan secara langsung karena akan disesuaikan dengan strategi yang diterapkan pelatih.

Menanggapi itu, Andritany mengaku siap dengan semua keputusan Milla di lapangan. Ia akan memberikan yang terbaik meski harus tampil dari bangku cadangan atau dipercaya menjadi starter.

"Sebagai pemain, saya selalu siap menerima keputusan dari pelatih. Oleh karena itu, saya siap tampil sebagai pemain inti atau pemain pengganti," kata Andritany. 

Bagi Andritany, ajang Tsunami Cup 2017 tetap merupakan event penting yang harus dimainkan dengan maksimal. Pasalnya selain mengukur kemampuan, event tersebut juga sarat dengan nilai kemanusiaan.

"Saya dan pemain harus memberikan penampilan terbaik untuk menghibur masyarakat Aceh. Ini merupakan event untuk mereka semua," tutup Andritany.

Andritany sempat tampil sebagai starter kala timnas Indonesia senior melakoni laga uji coba kontra Suriah U-23 pada pertengahan November lalu. Namun, gawang Andritany harus kejebolan sekali dalam laga itu hingga akhirnya Indonesia kalah dengan skor, 0-1. 





(KAU)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

10 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /