Arema FC

Pelatih Arema Bakal Terapkan Larangan Makan Nasi Goreng ke Pemain

Daviq Umar Al Faruq    •    09 Januari 2019 21:32 WIB
arema malang
Pelatih Arema Bakal Terapkan Larangan Makan Nasi Goreng ke Pemain
Milomir Seslija larang pemain Arema makan nasi goreng (Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq)

Nasi goreng memiliki kadar minyak tinggi dan tidak bagus bagi atlet profesional. Namun, Milo mengizinkan pemainnya makan nasi goreng pada hari raya.

Malang: Pelatih baru Arema FC, Milomir Seslija mengaku bakal menerapkan sejumlah aturan khusus kepada pemainnya pada musim 2019. Salah satunya melarang para punggawanya mengonsumsi makanan nasi goreng.

"Saya suka nasi goreng, tapi peraturan itu tetap akan dilaksakanan. Soal makanan tentu akan diatur sebelum dan sesudah pertandingan," katanya dalam konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.

Seperti diketahui, pelatih yang akrab disapa Milo ini bukan sosok baru di tubuh Arema. Sebelumnya pelatih berusia 54 tahun ini pernah melatih tim berjuluk Singo Edan pada musim 2016 silam.
 

Baca juga: Pelatih Baru Arema FC Siap Jawab Tantangan Suporter


Saat melatih Arema, Milo menerapkan denda Rp5 juta bagi pemainnya yang kedapatan memakan nasi goreng. Sebab menurutnya, nasi goreng memiliki kadar minyak yang tinggi dan tidak bagus bagi para pemainnya.

Aturan tersebut merupakan upaya untuk mengontrol makanan yang dikonsumsi pemain, terutama saat laga tandang. Hanya saja, Milo mengaku kali ini ada pengecualian untuk pemainnya terkait aturan tersebut.

"Saya memperbolehkan pemain makan nasi goreng hanya pada hari raya saja. Saya menghargai budaya lokal di Indonesia. Jika ada makanan-makanan tertentu yang mereka suka, saya tidak akan melarang terlalu berlebihan," urainya.


Baca juga: Milomir Seslija: Skuad Arema Musim 2019 Seperti Berlian


Di sisi lain, pelatih asal Bosnia ini mengaku bakal menyiapkan sejumlah rencana dan berusaha semaksimal mungkin saat menukangi Arema. Hal itu demi hasil yang lebih baik dibanding musim lalu.

"Bermain menjauhi degradasi dan bermain untuk menjadi juara itu berbeda, tensinya berbeda. Di Indonesia itu, tim A bisa kalahkan tim B, tim B bisa kalahkan tim C. Jadi tidak ada yang benar-benar dominan," jelasnya.

"Tidak ada yang benar-benar favorit di tiap musimnya siapa yang juara. Itu yang buat kompetisi di Indonesia menarik," pungkasnya.

Video: Lasmi Indaryani Siap Bongkar Pengaturan Skor di Liga 3

 



Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

1 day Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /