Kasus Rasisme di Liga Primer Inggris

Mohamed Salah Jadi Korban Rasisme Pendukung West Ham

Kautsar Halim    •    07 Februari 2019 00:26 WIB
liverpool
Mohamed Salah Jadi Korban Rasisme Pendukung West Ham
Striker Liverpool, Mohamed Salah (kanan). (Foto: Glyn KIRK / AFP)

London: Aksi rasisme kembali menodai ajang Liga Primer Inggris yang paling banyak menyita perhatian pencinta sepak bola dunia. Kali ini, giliran striker Liverpool, Mohamed Salah, yang jadi korban.

Salah dicemooh saat Liverpool bermain imbang 1-1 dengan West Ham United di Stadion London, Selasa 5 Februari dini hari WIB. Itu terjadi ketika dia sedang mengambil tendangan sudut yang memang dekat dengan tribun penonton.

Aksi rasisme baru terdeteksi setelah laga karena beredar ungguhan video di Twitter yang menyuarakan kata-kata kasar, termasuk melecehkan Islam yang menjadi agama Salah. Merespons itu, tidak sedikit warganet yang geram.      

"Saya muak dengan apa yang terdengar di sini. Orang seperti dia (oknum suporter West Ham) tidak pantas dapat tempat dalam masyarakat kita, apalagi sepak bola. #kicracismout," tulis salah satu pernyataan di kolom komentar video tersebut.
 

Klik: Hasil Imbang Timnas U-22 Bukan karena Absennya Saddil dan Osvaldo


Pihak West Ham juga tidak berdiam diri mengetahui beredarnya video yang mencoreng nama klub. Mereka berinisiatif melakukan investigasi dan menyerahkan orang-orang yang terlibat kepada pihak kepolisian.

"Nol toleransi bagi segala bentuk aksi kasar dan kekerasan di West Ham United. Kami adalah klub sepak bola inklusif," ujar juru bicara West Ham menanggapi kasus rasialisme yang menimpa Salah.

"Semua orang harus disambut dengan baik di Stadion London tanpa memandang usia, ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual dan lainnya," tambahnya.
 

Klik: Oxlade-Chamberlain Belum Bisa Bantu Liverpool Hingga April


Kepolisian Inggris dikabarkan sudah melihat rekaman video tersebut dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.  Penangkapan pasti dilakukan apabila sudah mendapat informasi yang jelas tentang pelaku rasisme.

"Siapapun yang menyaksikan perilaku tidak pantas selama pertandingan dianjurkan memberitahu kepada petugas keamanan atau kepolisian yang sedang bertugas. Sementara ini, belum dilakukan penangkapan karena petugas kami masih menyelidiki video tersebut," ujar salah satu perwakilan kepolisian. (Sportsmole)




(KAU)