Manchester City

Guardiola Tuntut Lebih dari Sergio Aguero

Krisna Octavianus    •    15 Oktober 2016 12:07 WIB
manchester city 2016--2017
Guardiola Tuntut Lebih dari Sergio Aguero
Sergio Aguero (kanan) dan Pep Guardiola (kiri) (Foto: AFP/GLYN KIRK)

Metrotvnews.com, Manchester: Meskipun awal yang baik Sergio Aguero untuk musim ini, sisi perfeksionis Pep Guardiola membuat striker Argentina itu ditutut lebih. Pelatih asal Spanyol itu menginginkan Aguero bermain baik dan konsisten setiap pertandingan.

Aguero telah membuat awal yang kuat di bawah asuhan Guardiola. Ia berhasil mencetak 11 gol dalam delapan pertandingan untuk City musim ini.

Namun, Guardiola tetap tidak puas. Ia menginginkan sesuatu yang lebih dari mantan pemain Atletico Madrid tersebut.

BACA: Pique Simpan Mimpi Jadi Presiden Barcelona


"Ketika saya berbicara tentang keinginan lebih untuk Sergio Aguaro bukan karena saya tidak senang, itu tidak benar," kata Guardiola.

Sikap tidak puas Guardiola terbentuk saat ia masih menjadi pemain Barcelona. "Mereka (Barca) tidak pernah puas dengan perilaku saya, tidak pernah. Jadi hal itu selalu mendorong dan mendorong saya lebih baik."

"Mungkin saya menerima sesuatu seperti itu ketika saya menjadi pelatih, jadi saya sangat senang," lanjutnya.

"Mereka bisa berbuat lebih baik, saya bisa lebih baik, semua orang bisa melakukan yang lebih baik. Saya harus mendorong itu, mereka harus menerima itu," tegasnya.

Belum lama ini, Aguero dikritik habis-habisan karena penampilannya bersama timnas Argentina. Ia gagal mengeksekusi penalti ketika La Albiceleste dikalahkan Paraguay di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 beberapa hari lalu.

"Secara emosional ia baik-baik saja, ia sangat baik. Tetapi Anda harus tahu, kita semua dikritik," bela Guardiola.

BACA: Umuh Tak Persoalkan Tempat Kongres PSSI


"Hal ini dapat membuat Anda lebih kuat, Anda dapat memakai itu sebagai lecutan, atau Anda lebih baik menemukan sesuatu yang lain untuk dilakukan. Ini tidak eksklusif untuk Sergio, hal itu terjadi pada Leo (Messi), dengan Angel Di Maria, hal itu terjadi kepada Dani Alves di Brasil, untuk Neymar di Brasil, untuk Raheem Sterling di Inggris. Ketika Anda bermain buruk dan Anda kalah, mereka membunuh Anda," pungkasnya.

 


(KRS)

Video /