Lima Bintang Liga Primer yang Merasakan Pahitnya Degradasi

Rendy Renuki H    •    07 Mei 2017 17:51 WIB
liga inggris
Lima Bintang Liga Primer yang Merasakan Pahitnya Degradasi
Jermain Defoe (AFP PHOTO / LINDSEY PARNABY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sunderland sudah dipastikan akan terdegradasi dari Liga Primer Inggris musim ini meski masih menyisakan tiga pekan lagi. Hingga pekan ke-35, The Black Cats total baru mengoleksi 24 poin.

Kemenangan di tiga pekan tersisa pun tetap tak mampu mengangkat skuat asuhan David Moyes dari zona degradasi. Pasalnya, Swansea City yang kini menempati posisi 17 (satu tingkat di atas zona degradasi) unggul 11 poin dari Sunderland dengan 35 poin.

Terjerembabnya Sunderland ke jurang degradasi tentunya membuat para penggawanya kecewa. Tak terkecuali pemain bintang mereka seperti Jermain Defoe.

Padahal, striker sarat pengalaman itu mampu tampil apik di usianya yang tidak muda lagi. Defoe yang kini menginjak usia 35 tahun mampu menjadi top skorer tim dengan 15 gol.

Rupanya, selain Defoe, juga pernah ada beberapa bintang Liga Primer yang mengalami nasib serupa. Predikat pemain bintang yang disandangnya tetap tak mampu membantu timnya terhindar dari degradasi.

Berikut diantaranya:

1. Mark Viduka


Striker asal Australia ini menjadi salah satu pemain dalam generasi emas Leeds United. Viduka yang didatangkan musim 2000-2001 menjadi pemain paling ditakuti lawan bersama Harry Kewell dan Alan Smith.

Sayang, tim yang bermarkas di Ellan Road itu tertimpa krisis keuangan di musim 2003--2004. Hal itu diperparah dengan prestasi Leeds yang terus melorot di bawah asuhan pelatih David O'Leary hingga Terry Venables, dan Peter Reid.

Membuat Leeds yang hampir bangkrut harus terdegradasi musim 2003--2004. Viduka pun harus mengalami nasib nahas merasakan pahitnya degradasi ke Divisi Championship.

Namun, itu tak berlangsung lama. Pasalnya, Viduka setelah itu dijual ke Middlesbrough untuk menyelamatkan neraca keuangan Leeds United.


2. Paolo Di Canio


Pemain eksentrik asal Italia itu menjadi bintang West Ham United periode 1999 hingga 2003. Kualitas Di Canio kala itu tak perlu diragukan lagi yang dibuktikannya dengan mempersembahkan gelar Piala Intertoto di musim pertamanya.

Namun, keputusan The Hammers mendatangkan manajer baru, Glenn Roeder menjadi awal petaka mereka di musim 2002--2003. Ketidak harmonisan Di Canio dengan Roeder membuatnya terlempat dari skuat utama West Ham.

Hal itu berpengaruh kepada performa klub yang melorot ke papan bawah Liga Primer. Klub London Timur ini pun harus finis di posisi 18 di akhir musim, seiring Di Canio yang memutuskan hengkang ke Charton Athletic.


3. Juninho Paulista


Pemain yang dikenal dengan nama Juninho Paulista ini menjadi bintang Timnas Brasil era 1995 hingga 2003. Namun, siapa sangka dibalik prestasi menterengnya, Juninho pernah merasakan terdegradasi bersama Middlesbrough musim 1996--1997.

Akibatnya, The Boro mendapat pengurangan tiga poin dari FA dan terlempar ke posisi 19. Andai tak mendapat pengurangan poin, Boro setidaknya akan finis di posisi 16 klasemen Liga Primer kala itu.

Hasil imbang pada laga terakhir pun tetap tak mampu mengangkat Middlesbrough dari zona degradasi. Kesedihan yang menimpa Juninho membuatnya hengkang ke Atletico Madrid, namun sempat kembali ke Boro pada dua kesempatan berbeda.


4. Charlie Austin


Austin menjadi bintang di Burnley yang kemudian direkrut Queens Park Rangers pada 2013 seiring tim tersebut promosi ke Liga Primer. Duetnya dengan Bobby Zamora menjadi salah satu yang disegani kala itu.

Sayang, QPR hanya mampu merasakan satu musim berlaga di Liga Primer setelah kembali terdegradasi musim 2014--2015. Penampilan buruk itu pun membuat Harry Redknapp mengundurkan diri sebagai pelatih.

Degradasi itu pun membuat Austin telah merasakan dua kali berkiprah di Divisi Championship. Pasalnya, saat awal didatangkan, Austin sempat merasakan bermain di Divisi Championship selama setengah musim.


5. Jermain Defoe


Defoe adalah bintang Liga Primer terakhir yang harus merasakan pahitnya degradasi. Striker yang melejit bersama Tottenham Hotspur dengan torehan total 91 gol itu pun bahkan tak terlihat bahagia pada laga, Sabtu 6 Mei kemarin.

Padahal, The Black Cats berhasil mengantongi kemenangan 2-0 dari Hull City di KCOM Stadium. Ia pun turut menyumbang satu gol kemenangan Sunderland pada laga tersebut.

Dirinya yang masuk jajaran sepuluh besar top skorer Liga Primer pun tampak tak bisa mengobati kekecewaannya. Padahal, selain di klub, Defoe pun memiliki prestasi mentereng bersama Timnas Inggris dengan mengoleksi total 14 gol dan kembali dipanggil ke skuat The Three Lions menghadapi Lithuania, 26 Maret lalu, bahkan mencetak satu gol dari kemenangan 2-0 Inggris.

Video: Review Barcelona Vs Villareal
 


(REN)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /