Pembelian Terburuk Chelsea di Bursa Transfer Musim Dingin

Gregah Nurikhsani Estuning    •    10 Januari 2018 19:16 WIB
chelsea
Pembelian Terburuk Chelsea di Bursa Transfer Musim Dingin
Torres, Parker, dan Cuadrado masuk daftar pembelian terburuk di bursa transfer musim dingin. (Foto: Gregah/MTVN/Medcom)

Jakarta: Chelsea pernah menunjukkan betapa nilai transfer besar tak melulu menjamin kesuksesan, baik untuk pemain, mau pun klub itu sendiri. Beberapa pesepak bola yang mereka datangkan di bursa transfer, khususnya di musim dingin (Januari), pernah menjadi pembelian sia-sia.

Winter transfer kerap dijadikan klub sepak bola Eropa untuk 'mengencangkan sekrup' yang kendur. Manajer atau pelatih biasanya memanfaatkan momen jual beli pemain ini untuk menambal dan menambah kedalaman skuat.

Dalam beberapa kasus tertentu, ada pula klub yang benar-benar membeli pemain untuk menggantikan pemain yang dicap gagal selama paruh musim. Tidak jarang juga, klub menjual pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan, apalagi dengan adanya financial fair play, klub dituntut untuk rugi setipis-tipisnya, dan untung sebanyak-banyaknya.

Sayangnya, ketidakjelian staf pelatih atau manajemen klub terhadap pemain incaran sering kali berakibat fatal. Rekrutan anyar, bukannya membuat segalanya lebih baik, malah menambah masalah lantaran performa buruk yang ditampilkan di atas lapangan.

Tentu saja hal tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, semisal sulitnya pemain beradaptasi dengan strategi tim yang baru dibelanya. Kesalahan manajer atau pelatih kepala juga bisa menjadi salah satu faktor kuat sehingga potensi pemain tersebut tidak terlihat.

Tim raksasa Liga Primer Inggris, Chelsea, beberapa kali melakukan kesalahan di bursa transfer pemain musim dingin. Dana besar yang mereka keluarkan pun sia-sia belaka.

Januari tahun 2018 ini, The Blues mendaratkan Ross Barkley dengan dana mencapai 15 juta pounds dari Everton. Angka tersebut terbilang jauh lebih murah dari apa yang mereka tawarkan tahun lalu, yakni mencapai 35 juta pounds.
 

Klik: Lima Destinasi Arda Turan jika Ditendang Barcelona


Manajer Antonio Conte mengaku terkesan dengan gelandang tangguh berkebangsaan Inggris tersebut. Pria asal Italia itu menilai Barkley memiliki prospek cerah dan sangat dibutuhkan oleh Chelsea.

"Barkley adalah pemain muda Inggris yang punya prospek cerah. Ini adalah investasi yang bagus. Lebih jauh, bisa mendapatkan kesempatan membelinya merupakan hal yang baik buat klub ini," ujar Conte dinukil dari Sky Sports.

"Masih banyak hal yang bisa ia kembangkan. Secara fisik ia sangat bagus, ia memiliki teknik yang mumpuni," sambungnya.

Sayang, ada kekhawatiran dari manajer asal Italia tersebut terhadap Barkley, yaitu soal catatan cederanya. Conte pun mewanti-wanti satu hal kepadanya.

"Dia memang memiliki prospek, tapi perlu kami tekankan, jika ia akhirnya bergabung, satu hal, dia harus benar-benar sembuh dari cederanya. Kami awas dengan catatan cederanya, sudah hampir tujuh bulan ia tak bermain," tambah Conte.

Kekhawatiran Conte cukup beralasan mengingat Chelsea pernah melakukan blunder pembelian pemain di bursa transer musim dingin. Berikut ini Medcom.id menyajikan tiga transfer pemain gagal yang direkrut di bulan Januari:
 

Scott Parker

Pada awal 2000-an, Scott Parker mencuri perhatian banyak klub. Tottenham Hotspur, Manchester United, dan Arsenal pernah tertarik mendatangkan gelandang tangguh itu pada musim panas tahun 2003, namun Charlton Athletic belum mau melepasnya.

Benar saja, seakan ingin menggoda klub-klub peminatnya, Parker terus menunjukkan performa impresif selama paruh musim. Puncaknya adalah ketika Charlton sukses menghempaskan Chelsea 4-2 pada boxing day, yang membuat manajer The Blues kala itu, Claudio Ranieri, merengek pada Roman Abramovich untuk membelinya.

Kedatangannya di Stamford Bridge saat itu sempat disebut-sebut bakal mengganggu Frank Lampard yang memiliki tipe bermain mirip. Namun, hal tersebut tak pernah terjadi.

Parker malah tak sampai 10 kali bermain untuk Chelsea sepanjang paruih kedua musim 2003--2004. Jose Mourinho datang semusim berselang, dan pada akhir musim itu pula, Parker dilepas ke Newcastle United sebesar 6,5 juta pounds.

Juan Cuadrado

Kehadiran Cuadrado di London Barat pada Januari 2015 sempat disambut optimistis oleh suporter The Blues karena memiliki kecepatan sangat baik dan kaki kiri serta kanan yang sama bagusnya. Tapi entah kenapa, Mourinho seperti tak pernah mempercayakannya.

Cuadrado memang bermain sebagai starter di empat pertandingan pertama, tapi lama kelamaan winger asal Kolombia itu mulai dilupakan. Mourinho lantas meminjamkannya ke Juventus pada 2015, sempat kembali namun akhirnya dipermanenkan dan menjadi pemain kunci di Juve sejak 2016.

Fernando Torres

Beberapa pihak mungkin ada yang menilai sebaliknya, namun kepindahan Fernando Torres ke Chelsea merupakan kegagalan spektakuler, bukan hanya bagi The Blues, tapi di Liga Primer Inggris juga.

Pada musim perdananya, yakni 2010--2011, ia cuma sanggup mencatatkan satu gol saja dari 18 pertandingan di paruh kedua musim tersebut. Publik diminta bersabar, namun yang terjadi di musim berikutnya tak banyak berubah.

Di 92 pertandingan berikutnya, Torres total hanya mencetak 19 gol saja, sebelum bermain bagi AC Milan tahun 2014, lalu dipinjamkan ke Atletico Madrid.

Video: Stadion Maguwoharjo Berbenah Jelang Laga Islandia Vs Indonesia Selections
 


(ASM)


Video /