Manchester United 2017--2018

Mourinho Bela Pogba, Kritik Habis Paul Scholes

Krisna Octavianus    •    02 Januari 2018 08:56 WIB
manchester united
Mourinho Bela Pogba, Kritik Habis Paul Scholes
Jose Mourinho (Foto: AFP/PAUL ELLIS)

Liverpool: Jose Mourinho menyebut Paul Scholes mengkritik Paul Pogba karena cemburu. The Special One bahkan mengetakan bahwa Scholes cemburu karena Pogba mendapat gaji lebih besar dibanding dirinya.

Scholes, yang bermain 718 kali untuk United antara 1993--2013, mengkritik Pogba setelah United bermain imbang 0-0 dengan Southampton. Dia mengklaim Pogba bukan pemain yang sama saat dia bermain Juventus.

Pria berusia 43 tahun itu merasa Pogba belum menunjukkan penampilan terbaiknya secara reguler sejak kembali ke United, meskipun dia kemudian menjadi penampil terbaik dalam kemenangan 2-0 atas Everton, Selasa 2 Januari dini hari WIB.

Pogba memberikan assist pada dua gol yang diciptakan Anthony Martial dan Jesse Lingard. Penampilan baik eks Juventus itu membuat Mourinho keluar tak segan membela gelandangnya, sementara di sisi lain dia balas mengkritik Scholes.

"Saya pikir satu-satunya hal yang Paul Scholes lakukan adalah mengkritik, yang merupakan hal yang berbeda," kata Mourinho kepada wartawan.

"Tidak setiap orang dari kita harus fenomenal seperti dia sebagai pemain. Itu tidak berarti kita harus fenomenal. Paul Pogba mencoba untuk melakukan yang terbaik sepanjang waktu dan terkadang dia bermain dengan baik. Terkadang dia tidak bermain dengan baik," bela Mourinho.

"Bukan salah Paul Pogba bahwa dia menghasilkan lebih banyak uang daripada Paul Scholes. Bukan salah Paul Pogba, ini adalah0 sepak bola," sindirnya.

Mourinho melanjutkan menyindir Scholes dengan menyebut gelandang yang memegang titel 11 gelar Liga Primer Inggris itu tidak cocok sebagai pengamat sepak bola. 

"Saya pikir Scholes akan menjadi pemain fenomenal dalam sejarah, tapi bukan sebagai pakar. Saya lebih memilih untuk memandangnya sebagai pemain fenomenal yang memberi begitu banyak penghargaan kepada klub yang saya latih ini."

"Setiap hari saya mencoba melakukan yang terbaik, jika suatu saat Paul Scholes memutuskan untuk menjadi manajer, saya berharap dia bisa 25 persen sukses seperti saya sendiri. 50 persen adalah 12 gelar, 25 persen sekitar enam (piala). Jika dia 25 persen dia akan cukup senang," pungkasnya. (soccerway)

 


(KRS)