Sadio Mane

Sadio Mane Menentang Orang Tua demi Menjadi Pesepak Bola

A. Firdaus    •    13 September 2018 13:56 WIB
liga inggrisliverpool
Sadio Mane Menentang Orang Tua demi Menjadi Pesepak Bola
Sadio Mane (Foto: GLYN KIRK/AFP)

Liverpool: Sadio Mane butuh perjuangan untuk menjadi pesepak bola dunia. Bahkan perjuangan itu sudah ia temukan saat berada di rumah.

Bagi keluarga Mane, mengejar karier sepak bola cuma buang-buang waktu. Orang tua Mane bukan tanpa alasan melarang anaknya tersebut untuk menjadi pemain sepak bola.

Sebab dari desa ia tinggal, Sedhio, tidak pernah ada pemain sepak bola yang berhasil ke tingkat dunia. Ayahnya bahkan menyuruh Mane untuk menjadi seorang guru saja. 

"Saya lahir di sebuah desa di mana tidak pernah ada pemain sepak bola yang berhasil di kejuaraan besar. Saya ingat bahwa ketika saya masih kecil, orang tua saya merasa bahwa saya harus belajar untuk menjadi seorang guru. Mereka pikir sepak bola adalah buang-buang waktu dan saya tidak akan pernah berhasil," ujar Mane kepada Bleacher Report.

Mane tak pantang menyerah. Pemain berusia 26 tahun itu justru meyakinkan orang tuanya bahwa pilihannya ini tepat. Tepat untuk membantu keuangan keluarga.

"Saya selalu berkata: 'Ini adalah satu-satunya pekerjaan yang akan memungkinkan saya untuk membantu mereka. Dan saya pikir saya memiliki kesempatan untuk menjadi pemain sepak bola," terangnya.

"Mereka tidak yakin tentang hal itu, karena saya jauh dari ibu kota dan hampir tidak ada orang dari sana yang berhasil. Jadi mereka menentang gagasan itu, dan mereka tidak pernah percaya, sampai pada suatu hari ketika saya menandatangani kontrak profesional pertama saya," sambung Mane.

Mane menandatangani kontrak profesional pertamanya pada 2011. Ia bergabung dengan Metz, sebelum pindah ke Red Bull Salzburg. Langkah terbesarnya ketika direkrut Southampton, di mana ia menjadi bidikan klub dengan sarat sejarah, Liverpool.

Pemain yang berposisi sebagai winger itu mengatakan kepada orang tuanya soal kariernya. Mau tak mau, akhirnya ayah dan ibunya menerima pilihan karier yang ia geluti dan mendukung keputusannya.

"Bagi mereka, itu sesuatu yang tidak mungkin. Pesimistis mereka tidak sepenuhnya disalahkan karena menjadi pesepak bola profesional itu benar-benar tidak mudah. Tetapi saya ingin mewujudkan impian saya menjadi pemain bola," terang Mane.

"Saya memberikan segalanya. Sampai pada titik di mana mereka tidak punya pilihan lain, jadi akhirnya mereka mulai mendukung saya, dan itu berhasil. Hari ini, mereka semua bangga," tutup pemain internasional Senegal tersebut.

Mane telah mencetak empat gol dalam pertandingan Liverpool di Liga Primer musim ini. Selanjutnya ia akan beraksi bersama The Reds saat bertandang ke Tottenham Hotspur pada Sabtu 15 September mendatang.

Dua Pesepakbola Muda Indonesia Berguru ke Spanyol



(ASM)


Video /