Sepak Bola Mengubah Garis Hidup Gabriel Jesus

M. Rizky Adhestian    •    21 Februari 2018 08:40 WIB
soccertainmentmanchester city
Sepak Bola Mengubah Garis Hidup Gabriel Jesus
Foto: AFP

Manchester: Sepak bola tak hanya sekadar olahraga. Lewat sepak bola, seseorang bisa mengubah garis hidupnya. Setidaknya, jargon ini berlaku untuk Gabriel Jesus, striker Manchester City.

Jesus merupakan salah satu contoh dari sedikit pemain yang harus berjuang keras mengubah jalan hidupnya lewat sepak bola.

Gabriel Fernando de Jesus lahir pada tanggal 3 April 1997 di kota Sao Paulo dan tumbuh di sebuah perkampungan kecil di daerah Peri Jardim. 

Berlatar belakang keluarga broken-home, Jesus dibesarkan oleh ibunya Vera Lucia, yang merupakan seorang janda beranak empat. Jesus yang merupakan anak bungsu, tidak pernah mengenal siapa ayahnya sendiri.
 

Baca: Prediksi Ropan: Muenchen Pesta Gol, Barca Berpotensi Tertahan di Markas Chelsea


Hidup dalam kemiskinan di pinggiran jalan Sao Paulo, Jesus tumbuh sebagai bocah yang dikenal pendiam dan murah senyum. Seperti kebanyakan anak laki-laki di Brasil, Jesus sangat mencintai sepak bola. 

Di tempat asal Jesus, sepak bola mungkin bisa dibilang sebagai penyelamat kehidupan anak-anak seusianya dari kriminalitas yang terus tumbuh.

Clube Pequeninos adalah wadah awal Jesus merakit dirinya untuk untuk menjadi pesepak bola profesional. Namun, sepak bola yang digeluti Jesus sangat jauh dari kata mewah. 

Bukan rumput hijau nan empuk, melainkan dataran kering yang dilapisi debu dan kotoran yang menjadii tempat Jesus untuk mengasah kemampuan sepak bolanya.


Lapangan sepak bola tempat Gabriel Jesus kecil mengasah kemampuan sepak bola. (Foto: Miguel Schincariol/AFP/Getty)


Akan tetapi, empat tahun bergelut di medan yang tidak biasa itulah yang justru membantu Jesus menjadi sosok pesepak bola yang tangguh. Baginya, klub pertamanya itu lebih dari sekedar klub sepak bola, melainkan adalah garis kehidupannya.

Dalam wawancaranya bersama The Players' Tribune, Ia mengukapkan perjalanan berat yang dialaminya di masa kanak-kanak.

"Kadang anak-anak rela naik bus selama satu jam perjalanan demi mendapatkan 'canasta basica' (makanan porsi kecil dalam boks) yang diberikan para pelatih untuk dibawanya pulang dan dibagi kepada keluarganya," ujarnya.

"(Clube Pequeninos) lebih dari sekadar klub sepak bola. Jangan bayangkan soal pantai, pohon palem, dan hal-hal seperti itu. Itu bukan Peri (daerah Jesus). Lapangan kami terletak persis diluar lapas."


Gabriel Jesus (berdiri-lima dari kanan) saat bermain untuk Clube Pequeninos. (Foto: Miguel Schincariol/AFP/Getty)

"Lapangannya hanya ada debu, tanpa sehelai rumput, dan hanya dikelilingi pohon-pohon palem besar. Yang bermain di situ selain anak-anak adalah para penjaga lapas."

"Bagi saya, semua impian saya, semua yang saya miliki sekarang dimulai dari Clube Pequeninos," sambungnya.

Berkat kegigihannya untuk bisa mengubah nasib, Jesus berhasil mencuri perhatian pemandu bakat dan membawanya masuk ke tim junior Palmeiras pada 2013.

Di Palmeiras, kemampuan Jesus kian terasah. Garis hidupnya pun mulai berubah. Berkat kontribusi 54 gol yang dilesakkan dalam 48 laga, Jesus akhirnya ditawari kontrak profesional.

Jesus terus menunjukkan kualitasnya di skuat utama Palmeiras. Dalam dua musim, ia sukses mencetak 28 gol dari 83 laga dan membantu Palmeiras merebut gelar Copa do Brasil (2015) dan Campeonato Brasileiro Serie A pada 2016.

Tak hanya buat klub, secara individu kualitas sepak bola Jesus juga mendapat pengakuan. Setelah menyabet predikat pemain pendatang baru terbaik di musim perdana, Jesus menyabet gelar pemain terbaik Liga Brasil di musim keduanya. Ia pun berhasil mewujudkan mimpinya untuk masuk dalam skuat utama Timnas Brasil.

Garis hidup Jesus akhirnya benar-benar berubah saat Manchester City mengontraknya pada 3 Agustus 2016. Padahal, saat itu bursa transfer musim panas di Eropa sudah ditutup. Saking spesialnya, pelatih City Pep Guardiola rela menunggu hingga Januari 2017 untuk bisa menggunakan servis Jesus. Tak tanggung-tanggung, City berani memberikan gaji 79.400 ribu euro (Rp1,3 miliar) per pekannya.
 

Baca juga: Modric Diragukan Tampil Hadapi PSG


Jesus kini boleh sedikit berbangga karena perjuangan kerasnya di masa kanak-kanak sekarang telah terbayar. Tak hanya memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, ia pun kini bisa jadi andalan keluarga.

Tak hanya jadi andalan keluarga, Jesus juga jadi salah satu tulang punggung City bersama tandemnya Sergio Aguero. Lewat kontribusi 17 gol yang ditorehkannya musim ini, City berpotensi menyabet tiga gelar juara di musim ini, yakni Liga Primer Inggris, Piala Liga Inggris dan Liga Champions.

Di Liga Primer, The Citizens kini masih duduk nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan 16 poin dari Manchester United. Di Piala Liga, mereka akan berduel dengan Arsenal di babak final.

Sementara di Liga Champions, City berpeluang besar lolos ke babak perempat final usai menggebuk tuan rumah FC Basel dengan skor telak 4-0 pada leg pertama babak 16 besar. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Luis Milla Pimpin Latihan Gabungan Timnas U-19 dan U-23



(ACF)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /