Catatan Buruk AC Milan Dilatih Mantan Pemainnya Sendiri

Gregah Nurikhsani Estuning    •    29 November 2017 20:31 WIB
ac milanliga italia
Catatan Buruk AC Milan Dilatih Mantan Pemainnya Sendiri
Gennaro Gattuso. (Foto: AFP PHOTO / Fabrice COFFRINI)

Jakarta: AC Milan menunjuk Gennaro Gattuso sebagai suksesor Vincenzo Montella. Ia adalah pelatih kesekiankalinya yang pernah menjadi pemain Milan. Ini adalah perjudian besar Il Diavolo Rosso, sebab mereka punya rekam jejak buruk saat dilatih mantan pemainnya sendiri.

Gattuso tidaklah asing dengan Milan. Selain pernah berseragam Milan selama 13 tahun, dia juga sempat menjadi pelatih Tim Milan Primavera.

Belum memiliki pengalaman melatih tim besar membuat hal ini menjadi pertaruhan besar, terlebih Milan membutuhkan performa positif instan secepat-cepatnya.

Pelatih yang memiliki julukan Rhino atau badak itu memilih FC Sion, klub asal Swiss sebagai 'kelinci percobaan' musim 2012--2013. Sayang, baru 12 pertandingan bersama klub berjuluk Rossini itu, Gattuso dipecat karena dinilai gagal.

Kegagalan juga menghampirinya ketika melatih Palermo di Serie B. Bahkan Gattuso cuma memiliki kebersamaan dengan tim asal Pulau Sicilia itu sebanyak enam pertandingan saja.

Setelah menangani OFI Crete dan Pisa, yang juga gagal, Gattuso bergabung dengan Milan Primavera pada tahun 2017 ini, dan akhirnya diangkat ke tim utama.

Gattuso bukan mantan pemain Milan satu-satunya yang pernah menangani Rossoneri. Berikut Metrotvnews.com merangkum beberapa pelatih yang punya trek rekor negatif kala menukangi Milan:

Baca: Rekam Jejak Kepelatihan Gennaro Gattuso

Clarence Seedorf
Bagi Seedorf, Milan adalah klub pertama yang ia nahkodai usai pensiun. Pria asal Belanda itu tentu sudah hapal betul klub yang ia besut karena lebih dari satu dekade berseragam Merah-Hitam, mempersembahkan banyak gelar, termasuk Liga Champions.

Namun, catatan tersebut tak cukup baginya mengangkat prestasi Milan. Kegaharan Seedorf ketika aktif bermain seakan tak tertular kala ia menjadi pelatih.

Seedorf ditunjuk sebagai pelatih kepala bulan Januari 2014. Laga perdananya pada 19 Januari menghasilkan kemenangan tipis 1-0 atas Hellas Verona. Laga terakhirnya terjadi 18 Mei 2014, atau cuma berusia 22 pertandingan saja, termasuk Coppa Italia dan Liga Champions.

11 kemenangan berhasil ia raih, tapi sembilan laga berakhir dengan kekalahan dan dua sisanya imbang. Hasil tersebut tak bisa membuat manajemen puas dan memecatnya bulan Mei 2014.

Filippo Inzaghi
Milan tidak kapok. Usai Seedorf, mereka mempromosikan Inzaghi sebagai pelatih kepala. Hasilnya lebih baik karena setidaknya pria yang kini melatih Venezia itu bertahan satu musim.

Dua kemenangan di dua laga debutnya sebagai pelatih sempat membuncahkan asa suporter untuk kembali meraih kejayaan. Sayang, inkonsistensi membuat Milan gagal bersaing dengan klub lain musim 2014--2015.

Total, Inzaghi memberikan 14 kemenangan, 13 hasil imbang dan 13 kali kalah, catatan yang memaksa Milan finis di peringkat ke-10 klasemen akhir dan dipecat pada akhir musim.

Video: Persija Gelar Rayakan Ulang Tahun bersama Anak Yatim
 


(KAU)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

23 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /