Torino

Joe Hart Berterima Kasih kepada Torino

Krisna Octavianus    •    09 Oktober 2016 09:39 WIB
liga italia
Joe Hart Berterima Kasih kepada Torino
Joe Hart (Foto: PAUL ELLIS / AFP)

Metrotvnews.com, Manchester: Kiper tim nasional Inggris, Joe Hart mengaku bahwa ia memiliki pilihan terbatas sebelum pindah dari Manchester City. Akan tetapi, berterima kasih kepada Torino yang "menyelamatkan" kariernya.

Hart dipinjamkan ke klub Liga Italia Serie-A asal Turin itu setelah tak dipercaya oleh Pep Guardiola. Ia harus angkat kaki dari Etihad Stadium karena Guardiola lebih memilih untuk merekrut Claudio Bravo dari Barcelona.

Pemain berusia 29 tahun itu mengatakan ia memiliki beberapa pilihan sebelum kepindahannya, tapi senang dengan keputusan yang dibuatnya.

"Saya tidak duduk di sana dengan 25 pilihan. Tidak, tidak sama sekali" kata Hart seperti dilansir oleh Daily Mail.

"Torino adalah pilihan yang benar-benar baik untuk saya dan saya gembira saya untuk pergi dan bermain di Serie-A dan bermain untuk tim penuh sejarah Torino. Ini pilihan cocok, dalam situasi saya seperti sebelumnya, itu adalah keputusan yang baik," lanjutnya.

"Tapi itu bukan tentang membuat keputusan berani. Itu adalah keputusan yang saya buat dan nyaman dengan pilihan itu. Saya merasa saya mampu melakukannya dan, di mana pilihan saya, itu adalah yang terbaik bagi saya, itu pendapat saya," sambungnya.

"Saya punya situasi di City di mana waktu bermain saya akan terbatas, berhenti penuh, jadi saya harus mencari klub lain. Itu cukup cepat. Saya tidak diberi banyak waktu sehingga ketika kesempatan itu datang, saya benar-benar bersyukur," tegasnya.

Hart, yang bergabung dengan City pada 2006, mengatakan ia merasa tidak mungkin mampu untuk memenangkan kembali tempatnya jika ia tinggal di The Citizens.

"Sepak bola adalah permainan opini dan beberapa orang memiliki pendapat besar dari saya dan beberapa orang mungkin berpikir saya benar-benar tidak berguna," katanya.

"Sayangnya bagi saya, salah satu pendapat orang-orang 'yang bertanggung jawab atas klub saya saat itu tidak sekuat yang dibutuhkan untuk menjadi kiper utama," sindir Hart.

"Beberapa orang yang berjuang untuk berdebat dengan sosok yang punya banyak dukungan kuat itu sulit. Sulit untuk menyenangkan semua orang dan saya belajar cukup awal bahwa tidak akan pernah terjadi," pungkasnya. 

 


(KRS)

Video /