PSSI-nya Italia Dituduh tak Melindungi AC Milan dari Sanksi UEFA

Gregah Nurikhsani Estuning    •    02 Juli 2018 20:27 WIB
ac milanliga italia
PSSI-nya Italia Dituduh tak Melindungi AC Milan dari Sanksi UEFA
Suporter AC Milan. (Foto: AFP PHOTO / MIGUEL MEDINA)

Roma: Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menegaskan bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa terkait sanksi keras UEFA kepada AC Milan. PSSI-nya Italia itu bisa membantu dari segi teknis, tapi kalau sudah berbau politik mereka tak bisa berbuat banyak.

Milan dilarang tampil di kompetisi Eropa selama dua musim akibat melanggar Financial Fair Play (FFP). Rossoneri mengalami kerugian selama satu musim dan harus menerima hukuman yang ditetapkan.

FIGC selaku induk sepak bola Italia disebut-sebut tidak melakukan pembelaan sedikit pun terhadap sanksi tersebut. Hal itu dibantah keras oleh Michele Uva, Direktur Umum FIGC.

Klik: Bintang Meksiko, Lozano Diminati Klub Besar Eropa

"FIGC tidak melindungi Milan? Loh, kami federasi sepak bola memang tidak bisa melakukan apa-apa. Kalau Milan mau, kami bisa mengupayakan teknis, masalahnya apa? Keuangan, kan? Kami bisa bantu temukan solusi. Kalau soal politik, kami tidak bisa apa-apa," kata Uva kepada Radio Anch'io Sport.

Manajemen Milan disebutkan akan melakukan banding kepada Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Selama 10 hari ke depan, diharapkan hukuman yang telah ditetapkan setidaknya bisa dikurangi.

Selain itu, FIGC balik menuduh kalau Milan tidak melakukan koordinasi dengan baik. Mereka mengklaim belum melihat arsip keuangan Diavolorosso musim kemarin hingga detik ini dengan alasan salinan belum bisa diserahkan karena ditahan UEFA.

"Milan berkesempatan untuk menempuh jalur hukum melalui CAS, UEFA memperbolehkan, dan kami siap membantu mempermudah. Tapi ya bagaimana, dokumen-dokumen (kuangan) Milan saja kami belum terima," tambah Uva.

Beberapa hari belakangan, tersiar kabar jika pengusaha asal Amerika Serikat siap membeli 70 persen saham AC Milan. Namun, negosiasi tertunda karena pemilik klub Li Yonghong masih terlilit hutang dengan Elliot, perusahaan investasi yang menyuntikkan dana besar musim lalu sehingga Milan bisa menghabiskan 200 juta pounds untuk belanja pemain.

Video: Preview Belgia vs Jepang
 



Video /