Starting XI Pemain yang (Pernah) Berseragam Juventus dan Milan

Gregah Nurikhsani Estuning    •    04 Agustus 2018 12:00 WIB
ac milanjuventus
<i>Starting XI</i> Pemain yang (Pernah) Berseragam Juventus dan Milan
Roberto Baggio. (Foto: Calcioweb.eu)

Jakarta: Pada bursa transfer musim panas 2018 ini, Serie A Italia menyuguhkan jual beli yang sangat menarik. Perpindahan pemain dari Juventus ke AC Milan dan sebaliknya beberapa hari lalu paling menyita perhatian. Kedua klub ini, walau bersaing ketat, ternyata (pernah) 'saling memiliki'.

Entah itu romantisme atau simbiosis mutualisme, Milan dan Juve tercatat sering melakukan trading. Kembalinya Leonardo Bonucci ke Turin dan hijrahnya Gonzalo Higuain ke San Siro semakin mensahihkan bahwa ada sekat antara bisnis dan rivalitas di atas lapangan. Mundur ke beberapa tahun lalu, sudah banyak pemain yang 'ditukar'.

Medcom.id merangkum 11 pemain yang pernah berseragam Juventus dan Milan, lengkap dari kiper hingga striker. Berikut ini ulasannya:

Marco Storari
Andai saja Juve berhasil mendapatkan Gianluigi Donnarumma ketimbang Mattia Perin, maka starting XI di posisi kiper mutlak menjadi miliknya. Akan tetapi, nama Marco Storari juga tak kalah mempesona.

Storari baru bisa tampil di kasta tertinggi Liga Italia saat usianya 27 tahun, cukup telat buat penjaga gawang kharismatik tersebut. Ia patut berterima kasih kepada Messina yang memberikannya kepercayaan.

AC Milan lalu merekrutnya pada 2007 silam. Sayang, ia gagal bersaing dengan Dida dan Christian Abbiati. Rossoneri pun meminjamkannya ke Juventus pada 2010 sebagai pelapis Gianluigi Buffon.

Selama tujuh musim berseragam Juve, ia memang hanya diplot sebagai kiper cadangan, namun Storari berhasil tampil sebanyak 43 kali dan memenangi empat kali juara liga berturut-turut sebelum kembali ke Milan pada Januari 2017.

Gianluca Zambrotta
Italia terbilang belum kembali menemukan sosok full back andal seperti Zambrotta. Bisa bermain di kiri dan kanan, beberapa penerusnya seperti Davide Santon, Mattia De Sciglio, atau Davide Zappacosta masih dianggap belum sematang era Zambrotta dan Paolo Maldini.

Berbeda dengan Bonucci, Zambrotta tidak langsung pindah dari Juventus ke AC Milan. Ia lebih dulu hijrah ke Barcelona selama dua tahun.

Leonardo Bonucci
Enam Scudetti, tiga Coppa Italia, dan dua kali merasakan final Liga Champions dalam tujuh tahun adalah perjalanan karier yang mengesankan buat seorang Bonucci. Mungkin itulah mengapa biaya transfer yang 'cuma' 42 juta euro dianggap sebagai blunder buat Juve musim lalu.

Setelah kembali ke Juventus Stadium, Bonucci tinggal memantapkan lagi kerja sama di lini belakang bersama Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli.

Sandro Salvadore
Salvadore adalah produk asli AC Milan. Ia memenangi dua gelar Scudetti dari empat musim kebersamaannya di tim senior sebelum pindah langsung ke Juventus.

Bersama La Vecchia Signora, ia menjelma menjadi salah satu bek tengah terbaik di eranya. Tambahan dua gelar liga, satu Coppa Italia, dua Piala Dunia, dan Piala Eropa 1968 menjadi bukti kehebatannya.

Alessandro Orlando
Tidak banyak yang mengetahui bek kiri Italia ini. Terlebih, ia cuma bermain selama satu musim, baik di Milan mau pun Juventus.

Musim 1993--1994 merupakan salah satu perjalanan karier terbaiknya. Ia memenangi Serie A, Supercoppa Italiana, dan Liga Champions. Musim berikutnya, Orlando pindah ke Juventus dan memenangi Liga Italia serta Coppa Italia.

Edgar Davids
Penikmat sepak bola generasi 90-an dan awal 2000-an seharusnya mengenai sosok gelandang tangguh yang satu ini. Ia merupakan salah satu produk terbaik akademi Ajax Amsterdam.

Tahun 1996, ia memulai perjalanannya di Italia bersama Milan. Dua tahun berseragam Rossoneri, ia pindah menuju Juventus, dan di sini namanya makin dikenal luas.

Mantan pemain keturunan Suriname yang dijuluki Pitbull itu berhasil memenangi tiga gelar liga dan mencapai final Liga Champions 2003, di mana Juve kalah dari AC Milan.

Patrick Vieira
Mungkin banyak yang belum tahu bahwa pemain yang besar di Arsenal ini pernah membela AC Milan, meski cuma dua kali penampilan saja.

Milan melepasnya ke Arsenal dan menghabiskan sembilan musim yang mengesankan. Pada 2005, ia memutuskan kembali ke Italia dan bergabung dengan Juventus. Terlibat Calciopoli, Viera memilih hijrah ke Inter dan memenangi empat kali juara liga.

Andrea Pirlo
Pirlo mungkin saja menjadi pemain yang tidak memiliki haters satu pun, bahkan oleh pendukung Inter, Juventus, dan Milan. Ia begitu dicintai karena kharismanya di atas lapangan.

Besar di Brescia, Pirlo pindah ke klub yang lebih besar, Inter, tapi hanya sampai 2001 saja. Kala itu, potensinya dianggap biasa-biasa saja. Fatalnya, penilaian tersebut salah besar.

Inter melepasnya ke rival sekita, Milan, pada 2001. Semenjak itu, ia menjadi sosok integral di balik kedigdayaan Rossoneri, baik di pentas domestik mau pun Eropa. Dua Scudetti dan dua Liga Champions berhasil ia sumbangkan kepada Milan.

Il Diavolorosso lantas melepasnya secara cuma-cuma ke Juventus pada 2011 silam. Meski usianya makin menua, ia tetap sukses memberikan empat gelar Scudetti secara beruntun.

Roberto Baggio
Sang Maestro memiliki rekam karier mirip seperti Pirlo, yakni pernah bermain untuk Juventus, Milan, dan Inter. Tahun 1995, karena kalah berdsaing dengan rising star Alessandro Del Piero, Baggio memutuskan pindah ke AC Milan.

Dua tahun membela Milan, ia pindah lagi ke klub lain, tak lain dan tak bukan, Inter Milan.

Filippo Inzaghi
Si Raja Offside, begitulah kira-kira Inzaghi layak mendapatkan julukan. Namun, striker oportunis ini menuai sukses bersama Juventus dan juga AC Milan.

Inzaghi meninggalkan Juve pada 2001 menuju Milan dan memberikan sedikitnya delapan trofi utama, termasuk di antaranya adalah Scudetti dan Liga Champions. Tahun 2012 Inzaghi memutuskan pensiun dan kini melatih Bologna.

Giuseppe Meazza
Puncak kariernya memang terjadi di Inter Milan. Namun, publik tidak bisa menafikkan sosok Meazza. Ia merupakan salah satu pesepak bola terhebat yang pernah diproduksi Italia. Menariknya, Meazza juga pernah bermain untuk Juventus.

Cadangan
Christian Abbiati, Nicola Legrottaglie, Aldo Serena, Christian Vieri, Zlatan Ibrahimovic