Keberuntungan, Kisah Indah, dan Kesedihan Usai Kemenangan Frankfurt Atas Muenchen

Gregah Nurikhsani Estuning    •    20 Mei 2018 11:30 WIB
bayern muenchen
Keberuntungan, Kisah Indah, dan Kesedihan Usai Kemenangan Frankfurt Atas Muenchen
David Abraham (kiri) dan Marco Reus (kanan) membawa Piala DFB Pokal ke hadapan suporter Eintracht Frankfurt. (Foto: AFP PHOTO / Tobias SCHWARZ)

Berlin: Pelatih Frankfurt, Niko Kovac merasa timnya dinaungi keberuntungan saat berhasil mengalahkan Bayern Muenchen 3-1 dalam final DFB Pokal. Ia juga menilai lawan harusnya mendapat penalti di menit akhir pertandingan.

Saat Muenchen tertinggal 1-2 dan tengah menekan pertahanan Frankfurt di injury time, Kevin-Prince Boateng terlihat jelas menendang kaki Javi Martinez. Akan tetapi, wasit tidak menganggapnya sebagai penalti.

Mijat Gacinovic kemudian mencetak gol penentu kemenangan beberapa saat setelah insiden kontroversial tersebut. Kovac menilai timnya sangat beruntung karena bisa saja Robert Lewandowski dan kawan-kawan menyamakan kedudukan melalui titik putih.

Klik: Tumbangkan MU, Chelsea Sabet Gelar Piala FA 2017--2018

"Kevin berniat membuang bola, tapi malah kena kakinya (Martinez). Saya rasa kami beruntung, sebab jelas sekali itu penalti," kata Kovac kepada ARD.

Keberhasilan Frankfurt, biar bagaimana pun, diluar dugaan banyak pihak. Mereka berhasil membalikkan prediksi dengan membungkam Muenchen yang begitu digdaya di pentas domestik dalam beberapa tahun belakangan.

Kovac melihat hal ini sebagai keindahan dalam sepak bola. Sedihnya, pelatih asal Kroasia itu tidak akan menangani Eintracht Frankfurt lagi per musim depan.

"Sepak bola selalu menyajikan kisah terindah. Saya senang sekali, tentunya buat klub, suporter, dan tim," kata Kovac lagi.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang mendukung kami. Tentu saja saya senang atas titel ini, tapi saya juga sangat sedih karena harus meninggalkan klub," pungkasnya.

Video: Del Piero Mencari Pemain Berbakat di Medan
 


(KRS)