Opini Piala Dunia 2018

Menipu Lawan yang Lari Berjinjit

Arpan Rahman    •    10 Juli 2018 23:13 WIB
piala dunia 2018analisis piala dunia 2018
Menipu Lawan yang Lari Berjinjit
Foto: AFP PHOTO / EMMANUEL DUNAND

PEMAIN dengan penampilan yang 'paling menipu lawan' di Piala Dunia 2018 Rusia adalah Kevin De Bruyne dari Belgia. Pembawaan tenang, wajahnya inosen, persis mahasiswa kutu buku yang tinggal di asrama dan malas pacaran. Jalannya pelan saat melangkah seperti bersikap tak peduli pada sekitarnya. 

Tapi menurut analisa di situs resmi FIFA, De Bruyne merupakan spesialis dalam mengubah tempo dan menguasai sentuhan pertama, pembacaannya yang luar biasa terhadap permainan dikombinasikan dengan teknik yang istimewa.

Gelandang 27 tahun ini -- dari empat laga yang telah dia mainkan -- menjelajahi areal 43,3 kilometer untuk rata-rata satu pertandingan. Ia berlari dengan bola sejauh 18,1 km dan bergerak tanpa bola 16,5 km.
 

Baca: Kucing Lucu Memprediksi Laga Prancis vs Belgia


Teror Pertahanan
Berkat keahliannya yang kaya dan menakjubkan, Kevin De Bruyne dapat meneror pertahanan sekokoh apa pun -- baik dengan tembakan dari jarak jauh, giringan bernuansa misterius, atau umpan tepat sasaran.

Jala gawang sudah delapan kali jadi sasaran tendangannya: dua kali tepat mencapai target, empat meleset, dan dua sisanya diblok kiper. Dari delapan percobaan, tujuh di antaranya dia lakukan dari luar kotak penalti.

Mencetak gol semata wayang ke gawang Brasil di 8 Besar, yang amat berkelas dari dalam dirinya ialah kejelian mengelabui lawan dengan kecohan tanpa bola. Yakin bahwa Marcelo bek Tim Samba tersedot kesadarannya, mengikuti kelebat gerak kaki De Bruyne. Dia seakan-akan berupaya menembak ke arah tiang dekat: eh, malah menyuting bola silang ke tiang jauh. Tidak datar, bola lepas setinggi betis, lajunya kencang seperti petir berkilat menyambar jala.

Selain itu umpan terobosan menjadi keistimewaan De Bruyne; 112 kali dia mencobanya. Sementara umpan pendeknya lebih banyak dari bola-bola jauh yang dia lontarkan. 14 kali umpan yang dia salurkan memasuki kotak penalti, sedangkan keberaniannya menggocek sampai ke dalam kotak 16 meter itu hanya dua kali. Dari 17 kali umpan silang, sebanyak 11 bolanya melayang sempurna. 

Cuma perlindungannya agak kurang. Sebanyak 33 kali pemain setinggi 181 cm ini kehilangan bola berbanding sembilan kali berhasil merebut si kulit bundar. Catatan sundulannya minim, mungkin dia alergi adu loncat di udara walau tubuhnya tergolong tinggi. 

De Bruyne diberi peran di timnya sebagai deep playmaker (pengatur serangan dari garis belakang). Pertama kali dipopulerkan Franz Beckenbauer yang membawa Jerman Barat memenangkan Piala Dunia 1974, posisi ini pernah dicontek habis oleh Andrea Pirlo pada 2006 yang juga membuat Italia juara.

Lawan beratnya di semifinal bernama Paul Pogba. Telah matang menjadi salah satu talenta yang paling terkenal di dunia sepak bola, karena tinggi badannya yang kuat 191 cm, teknik tak bercela, pemahaman yang sangat baik tentang permainan dan tembakan yang akurat. 

Ulat Bulu di Kaos Kaki
Hanya saja Pogba berlari-lari kancil seperti dengan menjinjit kakinya ke mana pun dia melangkah. Bukan layaknya tampil di tengah lapangan hijau, melainkan tak ubahnya peragawan di atas pentas busana. 

Kalau ada yang iseng menaruh ulat-bulu-kaki-seribu ke balik kaos kakinya, Pogba niscaya bukan cuma berjinjit, tapi bisa bergoyang menari-nari sendiri tanpa iringan musik disko. Padahal dia sendiri pernah bilang bahwa dirinya tak mau menarik perhatian.

"Saya tak mau jadi bintang penembak bola," kata Pogba di masa awal kariernya, seperti dikutip FIFA. Bermain dalam empat laga di Piala Dunia ini, dia lima kali menembak ke gawang, semuanya dari jarak jauh, di luar kotak penalti. Hanya satu kali yang menyasar pas ke gawang, golnya nihil.

Kelihatan posisinya lebih mantap sebagai penyeimbang antarlini, umpan jarak sedang yang diteroboskan Pogba lebih banyak dari De Bruyne: 118 kali. Bedanya, Pogba tidak berani menggiring bola sampai masuk ke dalam kotak penalti, itu saja.
 

Baca juga: Aji Santoso: Teknologi VAR Harus Diaplikasikan di Indonesia


Namun, gaya bertahannya lebih kuat, kendati dari empat kali tekel hanya satu yang sukses, termasuk sekali blok berhasil dia lakukan terhadap lawan. 

Dia juga tampil di empat laga dengan areal penjelajahannya hanya sejauh 38,4 kilometer rerata satu pertandingan. Berlari dengan bola cuma berjarak 14,2 km dan bergerak tanpa bola 15,4 km. Kilometer total yang dirambah Pogba jelas lebih pendek ketimbang De Bruyne.

Apakah gaya inosen De Bruyne sukses menipu lawan yang berlari dengan kaki berjinjit seperti Pogba? Duel mereka menjadi salah satu yang akan menarik animo dunia menyaksikan adu lihai dua gelandang terbaik dunia saat ini dalam semifinal Prancis versus Belgia, dini hari 11 Juli 2018, di Saint Petersburg Stadium, St. Petersburg.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Menyusuri Keindahan Kota Terindah di Dunia, St. Petersburg, #SalamdariRusia



(ACF)


Cedera Membaik, Andik Vermansah Siap Hadapi Filipina
Piala AFF 2018

Cedera Membaik, Andik Vermansah Siap Hadapi Filipina

1 hour Ago

Andik mengalami cedera lengan membantu Indonesia menghadapi Thailand di Rajamangala Nation…

BERITA LAINNYA
Video /