Piala Dunia 1998: Gebrakan Ricky Martin hingga Sihir Zinedine Zidane

Alfa Mandalika    •    08 Juni 2018 20:19 WIB
piala dunia
Piala Dunia 1998: Gebrakan Ricky Martin hingga Sihir Zinedine Zidane
Zinedine Zidane mengangkat trofi Piala Dunia pertama bagi Prancis (Foto: FIFA.com)

Here we go! Ale, ale, ale!
Go, go, go! Ale, ale, ale!
Tonight's the night we're gonna celebrate
The cup of life! Ale, ale, ale!


Penggalan bait lagu di atas sangat populer pada 1998. Ya, kala itu penyanyi Ricky Martin sukses membawakan soundtrack utama Piala Dunia 1998 di Prancis. Lewat lagu ‘Livin La Vida Loca’ atau yang punya versi lain The Cup of Life ini mampu ‘menyihir’ seantero dunia.

Bisa dibilang, lagu Piala Dunia itu merupakan salah satu lagu tersukses sepanjang gelaran Piala Dunia. Alunan nada La Vida Loca yang riang membuat orang tak sulit untuk bergoyang.

Seiring dengan menggemanya lagu ‘Livin La Vida Loca’, perhelatan Piala Dunia 1998 juga berjalan menarik dan meriah. Dari catatan statistik gol yang tercipta, total ada 171 gol yang tercipta dari gol sundulan Cesar Sampaio hingga gol tendangan Emmanuel Petit saat laga Prancis versus Brasil pada babak final.

Piala Dunia 1998 merupakan perhelatan ke-16 sepanjang sejarah. Prancis menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah unggul dalam pemungutan suara dengan Maroko.

Pada kesempatan kali ini pula, pertama kalinya dalam sejarah turnamen Piala Dunia, penyisihan grup diikuti oleh 32 negara. Total, ada 64 pertandingan yang dimainkan di 10 stadion yang terletak di 10 kota tuan rumah yang berbeda.

Pada ajang ini pula, Prancis menjadi negara keenam yang berhasil menjadi juara di tanah sendiri setelah Uruguay, Italia, Inggris, Jerman Barat, dan Argentina. Lalu, Kroasia, Jamaika, Jepang, dan Afrika Selatan membuat penampilan perdana di putaran final Piala Dunia.

Baca: Piala Dunia 1930: Ragam Cerita dan Kontroversi di Hajatan Pertama


Prancis tak terbendung
Bermodalkan pemain-pemain jempolan, Prancis meraih hasil sempurnya pada penyisihan grup. Berada di Grup C bersama Denmark, Afrika Selatan, dan Arab Saudi, Les Bleus tak pernah menelan kekalahan. Praktis, Didier Deschamps dan kolega memimpin grup dengan raihan sembilan poin.

Memasuki babak knockout, Prancis sempat kesulitan menghadapi Paraguay. Namun, berkat determinasi yang ditunjukkan Prancis, mereka berhasil menang dengan skor 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Adalah Laurent Blanc yang menciptakan gol pada menit 114.
Tantangan yang dihadapi Prancis tidak berhenti sampai di situ. Pada perempat final, Prancis berhasil menyingkirkan Italia. Bermain imbang 0-0 pada waktu normal hingga perpanjangan waktu, akhirnya pertandingan dilanjutkan pada babak adu penalti.

Kala itu, Italia menempatkan Roberto Baggio, Demetrio Albertini, Alessandro Costacurta, Christian Vieri, dan Luigi Di Baggio. Dua penendang yakni Albertini dan Di Biaggio gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Sedangkan di kubu Prancis, Zinedine Zidane, David Trezeguet, Thierry Henry, dan Laurent Blanc menjalankan tugasnya dengan sempurna. Hanya Bixente Lizarazu yang gagal mengeksekusi penalti.

Berlanjut ke semifinal, Prancis kembali menunjukkan mental juaranya. Kali ini, tim yang mengejutkan, Kroasia yang menjadi korban Les Bleus. Dwigol Lillian Thuram sudah cukup menghentikan langkah hebat Davor Suker dkk.

Puncaknya terjadi pada babak final di Stade de France. Menghadapi Brasil yang punya pemain-pemain hebat, Prancis tak gentar. Jual beli serangan tersaji sejak awal pertandingan.

Puluhan ribu fan Prancis yang hadir langsung bersorak saat Zinedine Zidane mencetak gol lewat sundulan pada menit 27. Zidane kembali mencatatkan namanya di papan skor juga lewat sundulan pada menit 45+1.

Publik Paris benar-benar berpesta saat Petit menciptakan gol sepakan mendatar. Kala itu, dia mengecoh kiper Taffarel dan mengubah skor menjadi 3-0. Prancis sukses keluar sebagai juara Piala Dunia 1998.

Susunan pemain:
Brasil: Claudio Taffarel, Cafu, Aldair, Junior Baiano, Roberto Carlos, Cesar Sampaio, Dunga, Rivaldo, Leonardo, Bebeto, Ronaldo.

Prancis: Fabien Barthez, Lilian Thuram, Marcel Desailly, Frank Lebouf, Bixente Lizarazu, Didier Deschamps, Christian Karembeu, Emmanuel Petit, Zinedine Zidane, Youri Djorkaeff, Stephane Guivarch.

Fakta menarik Piala Dunia 1998:

- Kontestan Piala Dunia bertambah menjadi 32 negara

- Piala Dunia 1998 menghasilkan total 171 gol

- Piala Dunia 1998 memberlakukan golden goal perdana. Jadi, tim pertama yang mencetak gol pada perpanjangan waktu langsung dinyatakan sebagai pemenang. Pada perempat final, Laurent Blanc menciptakan gol pada menit 113.

- Bek Jerman Lothar Matthaus mencatatkan rekor pribadi. Dia tercatat selalu membela Jerman sejak 1982 hingga 1998. Dia menjadi pesepak bola pertama yang tampil dalam lima edisi Piala Dunia beruntun.

- Kendati menjadi pahlawan kemenangan Prancis di final, Zidane sempat mendapatkan kartu merah saat penyisihan grup menghadapi Arab Saudi. Kartu merah itu pertama kalinya terjadi bagi Prancis sejak ajang empat tahunan itu dimulai pada 1930.

- Striker Denmark Ebbe Sand mencatatkan gol cepat saat menghadapi Nigeria. Laga baru berjalan 16 detik, dia sukses mencetak gol. Denmark pun menang dengan skor 4-1.

- Laurent Blanc punya kebiasaan unik di Piala Dunia 1998. Dia kerap tertangkap kamera mencium kepala Fabian Barthez. Hal itu sering disebut 'jimat' Prancis. Entah kebetulan atau tidak, Prancis memang tak pernah kalah hingga berhasil menundukkan Brasil di partai final.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Luzhniki, Stadion Kebanggaan Timnas Rusia


(ASM)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /