Polisi Minta Suporter Inggris Bersikap Santun

Gregah Nurikhsani Estuning    •    10 Juli 2018 20:31 WIB
piala dunia 2018
Polisi Minta Suporter Inggris Bersikap Santun
Fan England. (Foto: AFP PHOTO / Tolga AKMEN)

London: Kekacauan terjadi di sejumlah titik saat suporter Inggris menyaksikan tim kebanggaannya menang atas Swedia. Polisi pun meminta agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

National Police Chiefs' Council (NPCC) menyebut, selebrasi para suporter di beberapa lokasi nonton bareng telah menjadi penyebab kekacauan. Tidak ada benturan antar suporter memang, tetapi kerusakan yang diakibatkan cukup banyak, termasuk memblokade jalanan.

NPCC mencatat ada 44 laporan dari Wales dan Inggris mengenai tindakan barbar para suporter yang mengakibatkan 387 insiden kecelakaan, baik minor mau pun dalam skala besar. 70 orang kemudian ditangkap karena sangat mabuk dan membahayakan orang lain serta dirinya sendiri.

Klik: Wasit Asal Uruguay Pimpin Prancis Kontra Belgia

"Banyak jalan-jalan yang diblokade. Mereka menghentikan kendaraan operasional rumah sakit dan klinik. Satu buah mobil ambulance bahkan sampai harus masuk bengkel karena dirusak," kata Mark Roberts, kepala NPCC divisi penanganan suporter dan sepak bola.

Selain dari pada kerusakan-kerusakan tersebut, banyak juga toko yang hancur. Mereka menaiki bus dan mobil, lalu melakukan serangan acak kepada orang-orang di sekitar yang sebetulnya sesama fan Inggris.

Roberts menuturkan, anehnya, laporan yang masuk tidak berasal dari individu, melainkan dari pemilik toko atau pub yang dirusak. Artinya, korban serangan tidak menganggapnya sebagai kekerasan.

"Semua orang bergembira, semua badan saya memar, tapi tidak masalah, karena Inggris menang. Sepertinya semua orang mabuk," kata seorang suporter Inggris.

Laporan dan data dari NPCC jauh berbeda dengan kenyataan di Rusia, di mana suporter Inggris jauh dari pemberitaan negatif. Oleh karena itu, Roberts meminta agar perilaku buruk tidak diulangi lagi.

"Kontras dengan fan Inggris di Rusia, yang nyaris tak terdengar ada kabar buruk. Kami paham, kami para penegak hukum pun merayakan, tapi kami mohon agar perayaan tidak perlu sampai melanggar hukum, apa lagi sampai menghalangi mobil ambulance dan hal-hal genting yang bersifat emergency," pungkas Roberts.

Video: Menyusuri Keindahan Kota Terindah di Dunia, St. Petersburg, #SalamdariRusia
 


(KAU)


Video /