Sejarah Piala Dunia

Piala Dunia 1962: Battle of Santiago yang Mencekam

Kautsar Halim    •    13 Juni 2018 12:41 WIB
piala dunia 2018
Piala Dunia 1962: <i>Battle of Santiago</i> yang Mencekam
Salah satu momen ketegangan yang terjadi pada laga Cile versus Italia pada Piala Dunia 1962 (Foto: Ist)

Piala Dunia 1962 berlangsung di Cile pada 30 Mei hingga 17 Juni. Perhelatannya diikuti 52 negara peserta saat sesi kualifikasi, namun hanya 16 tim saja yang tampil di putaran final. Tim dari Asia maupun Afrika tidak ada yang lolos kualifikasi pada Piala Dunia edisi ketujuh ini.

Brasil yang berstatus sebagai juara bertahan keluar sebagai pemenang pada Piala Dunia 1962. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan Cekoslovakia dengan skor 3-1 pada fase final yang berlangsung di Ibu Kota Cile, Santiago.

Kesuksesan saat itu menjadikan Brasil sebagai tim kedua yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia. Sebelumnya, prestasi serupa sudah disabet Italia lebih dulu lewat perhelatan Piala Dunia 1938.

Klik di sini: Real Madrid Tunjuk Julen Lopetegui Sebagai Pengganti Zidane

Terciptanya rekor anyar dan penggunaan peraturan baru menjadi daya tarik tersendiri saat Brasil memenangkan Piala Dunia 1962. Namun yang paling berbekas adalah munculnya Battle of Santiago, yakni salah satu pertandingan terkeras di sepanjang sejarah Piala Dunia.

Battle of Santiago tak lain merupakan julukan bagi pertandingan timnas Cile kontra Italia yang berlangsung di Estadio Nacional, Santiago. Laga penyisihan grup 2 itu memang berlangsung keras karena kedua kubu terekam saling bermain kasar.

Aksi kekerasan yang terjadi dalam pertandingan itu bukan hanya saling tackle atau melakukan pelanggaran saja. Bahkan, di antara pemain ada yang secara sengaja melancarkan bogem mentah kepada lawannya. Selain itu, timnas Italia juga harus dikawal pihak kepolisian setempat saat meninggalkan stadion.

Cile selaku tuan rumah langsung menjadi sorotan media seusai laga tersebut. Pasalnya, dari sekian banyak pemain terlibat perkelahian hanya timnas Italia saja yang dua pemainnya diusir wasit. Ditambah lagi, Cile juga keluar sebagai pemenang dengan skor, 2-0.


Italia sebagai salah satu negara terkuat di Eropa hanya bertahan hingga fase penyisihan grup di Piala Dunia 1962. Mereka kalah bersaing dengan Jerman Barat dan Cile yang melaju ke fase gugur dengan status juara dan runner up Grup 2. Saat itu, Italia hanya menang atas Swiss yang gugur sebagai juru kunci.

Berbeda dengan langkah Jerman Barat yang dihentikan Yugoslavia pada perempat final, Cile malah mampu menaklukkan Uni Soviet yang masih diperkuat kiper salah satu terbaik dunia, Lev Yashin. Dengan begitu, Cile pun berhak melaju ke semifinal untuk menghadapi Brasil.

Langkah Cile baru terhenti ketika ditaklukkan Brasil dengan skor 4-2 pada semifinal. Kendati demikian, mereka tetap naik podium karena berhasil menaklukkan Yugoslavia dengan skor 1-0 dalam laga perebutan juara ketiga.

Klik di sini: Menengok Euforia Piala Dunia di Suriah

Berikut fakta-fakta menarik pada Piala Dunia 1962:
1. Untuk pertama kalinya jumlah gol menjadi salah satu penilaian dalam menentukan peringkat fase grup Piala Dunia. Sama seperti peraturan sekarang, selisih gol baru digunakan apabila terdapat tim yang memiliki jumlah poin sama.

2. Cile nyaris batal menjadi tuan rumah karena negaranya diguncang gempa bumi terkuat di dunia pada 1960. Beruntung, Cile mampu menggeber pembangunan untuk Piala Dunia 1962.

3. Bulgaria dan Kolombia tampil di Piala Dunia untuk pertama kali. Namun sama seperti perhelatan Piala Dunia 1958 yang berlangsung di Swedia, tidak ada satupun peserta dari Benua Afrika dan Asia yang lolos kualifikasi.

4. Tren menggunakan lagu resmi Piala Dunia baru dimulai pada 1962. Saat itu, lagu resminya berjudul El Rock del Mundial dan dibawakan oleh band jazz asal Cile, Los Ramblers.

5.  Cile yang menjadi tuan rumah punya ritual khusus di setiap pertandingan Piala Dunia 1962. Kabarnya, seluruh pemain Cile akan menyantap makanan khas dari negara yang bakal menjadi lawannya sebelum bertanding.

6. Vaclav Masek dari timnas Cekoslovakia mencetak gol ketika laga baru bergulir 15 detik. Torehan itu menjadikannya sebagai pencetak gol tercepat di dunia sebelum akhirnya dipatahkan Hakan Sukur pada Piala Dunia 2002.

Otkritie Arena Menjadi Stadion Paling Modern di Moskow



(FIR)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /