Indonesia Harus Tiru Sikap Protes Australia dan Prancis Soal Hukuman Mati

Arga sumantri    •    30 April 2015 19:12 WIB
eksekusi mati
Indonesia Harus Tiru Sikap Protes Australia dan Prancis Soal Hukuman Mati
Ray Rangkuti. (Foto:MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menyebut sikap Australia menarik Duta Besarnya di Indonesia pascaeksekusi mati terhadap dua warga negaranya adalah sikap yang belebihan. Meski, Ray juga tak lantas setuju soal hukuman mati ada dalam hukum di Indonesia.

"Saya memang engga setuju hukuman mati. Tapi, Australia itu ribut-ributnya berlebihan menurut saya," kata Ray kepada Metrotvnews.com di Gado-gado Boplo, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2015).

Meski dinilai berlebihan, Ray menilai justru sikap Australia dan beberapa negara lainnya yang 'mati-matian' membela warga negaranya patut dicontoh pemerintah Indonesia. Khususnya untuk membela para TKI yang terancam hukuman mati di negara lain.

"Cara-cara Australia dan Prancis yang sampai lobi PBB itu harus ditiru. Apalagi dasar kita membela diri lebih besar karena mereka (TKI) tidak lakukan kejahatan yang masuk kategori kejahatan luar biasa," papar Ray.

Pemerintah saat ini, menurut Ray, jangan seperti pemerintahan sebelumnya yang dinilai lemah dalam melindungi WNI yang terancam hukuman mati.

"Pelajaran dari sikap Australia, kita harus melihat betapa mahalnya harga satu nyawa seorang warga negara. Pemerintah tidak boleh lagi seperti SBY yang anggap keadaan (hukuman mati) itu takdir yang harus dijalani, harusnya diupayakan sedaya mampu kita," ujar Ray.


(LOV)

Kronologi Nihilnya Penjualan Tiket Timnas Indonesia di Markas Persikabo Bogor
Semifinal Leg 1 Piala AFF 2016: Indonesia vs Vietnam

Kronologi Nihilnya Penjualan Tiket Timnas Indonesia di Markas Persikabo Bogor

1 hour Ago

PSSI dan ketua Panpel laga Indonesia versus Vietnam memberikan penjelasan mengenai pendistribus…

BERITA LAINNYA
Video /