Janji Kuasa Hukum Lulung Tak Ditepati

M Rodhi Aulia    •    30 April 2015 19:58 WIB
korupsi ups
Janji Kuasa Hukum Lulung Tak Ditepati
Kuasa Hukum Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung), Ramdan Alamsyah (kiri)--Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Nyaris sepuluh jam Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung menjalani pemeriksaan perdana di Bareskrim Polri. Diperiksa dari pagi hari, Lulung baru keluar ruang pemeriksaan pukul 18.18 WIB. Dia lebih banyak bungkam.

"Saya sudah diperiksa. Hasilnya kita serahkan ke kepolisian. Saya mendukung agar masalah ini lebih cepat selesai," kata Lulung kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2015).

Wajah Lulung tampak datar saja. Sama sekali tak ada rona panik ketika dia memberikan pernyataan pers singkat itu. Setelah itu dia mengunci mulut rapat-rapat.

Lulung menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah. Hal itu disampaikan Lulung saat akan memasuki Gedung Bareskrim sekira pukul 09.40 WIB. "Assalamualaikum, pengacara saya yang akan bicara ya," kata Lulung.

Ramdan mengamini permintaan Lulung. Dia siap mewakili Lulung yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Alex Usman. "Pokoknya kita pemeriksaan dulu. Nanti hasilnya apa, berikan keterangan," kata dia.

Namun saat ditagih janjinya itu, Ramdan justru lebih banyak diam. Menurut dia, pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada kliennya hanya bersifat normatif.

Saat dipertegas dirinya akan buka-bukaan soal kasus ini, dia mengakui sudah buka-bukaan. Tak ada penjelasan lebih. Dia juga tidak mau berspekulasi akan adanya tersangka baru setelah pemeriksaan ini. "Normatif saja. Itu saja. Tanya penyidik saja (soal tersangka baru)," tukas dia singkat.

Lulung keluar gedung Bareskrim dan tak mengacuhkan pertanyaan wartawan, dia memilih langsung memasuki Toyota Fortuner B247 ULY dan meninggalkan Mabes Polri.  

Lulung menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi pada pengadaan 25 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2014. Pada, 27 April lalu, penyidik Bareskrim Mabes Polri menggeledah ruang kerja Lulung di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penggeladahan dilakukan untuk pengusutan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Selain itu, Bareskrim juga sudah memeriksa anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Fahmi Zulfikar, selama sembilan jam. Ia ditanya penyidik terkait pembahasan alokasi dana untuk proyek UPS.

Untuk sementara, Bareskrim Polri baru menetapkan Alex Usman selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Barat dan Zainal Soleman selaku PPK Sudin Dikmen Jakarta Pusat sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS di sejumlah sekolah.

Zainal dan Alex dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 51 ayat (1) ke 1 KUHP.


(YDH)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

2 hours Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /