Novel Boleh Dibela, Tapi Tidak Dibebaskan

Deny Irwanto    •    01 Mei 2015 08:39 WIB
kpk vs polri
<i> Novel Boleh Dibela, Tapi Tidak Dibebaskan </i>
Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso--Antara/Vitalis Yogi Trisna

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu penyidik KPK Novel Baswedan digelandang ke Bareskrim Mabes Polri karena berkali-kali mangkir dari pemeriksaan. Berbagai bentuk pembelaan kepada Novel dilakukan karena statusnya sebagai penyidik KPK.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso tidak mempermasalahkan pembelaan untuk Novel. Namun dia merasa keberatan bila Novel dibebaskan dari penyidikan.

"Seandainya Novel ini dibolehkan dan dibela untuk menjadi tersangka, atau dibebaskanlah, berarti nanti undang-undangnya harus dirubah. Bahwa setiap anggota Polri boleh nembak orang mati, tidak boleh diperkarakan. Itu jadinya kan?," kata Budi Waseso di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Sebelumnnya Novel mengaku tidak menghadiri panggilan penyidik lantaran ada perintah dari pimpinan KPK. Budi Waseso mempertanyakan alasan Novel menolak hadir dalam dua kali panggilan Bareskrim Polri dengan berdiri di belakang lambang KPK.

"Jadi boleh tersangka dilarang menghadap? Jadi kembali lagi, inikan pelaku, tersangka. Dan dia melakukan sama (beratnya) dengan pembunuhan," kritik Budi Waseso.

"Ya saya juga akan mempertanyakan, memangnya apa hebatnya Novel?," tegas dia.

Sebelumnya, Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu tahun 2004 lalu. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 lalu atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilaksanakan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(SUR)

Video /