Percepat Proses Hukum Novel, Polri Sewa Pesawat

LB Ciputri Hutabarat    •    02 Mei 2015 04:17 WIB
novel baswedan
Percepat Proses Hukum Novel, Polri Sewa Pesawat
Ilustrasi. Pesawat Hercules mendarat di runway Halim Perdanakusuma dalam latihan Rajawali Perkasa di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/4). (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri mematuhi instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat proses hukum Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Salah satu langkahnya, dengan menyewa pesawat untuk membawa Novel ke Bengkulu. 

"Polri sangat menghormati presiden karena presiden adalah pimpinan tertinggi. Bahkan kami sampai carter pesawat," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2015). 

Novel diterbangkan ke Bengkulu menggunakan pesawat untuk menjalani rekonstruksi ulang kasus dugaan penganiayaan yang menjeratnya. Anton memastikan, Polri tak punya niatan untuk mengulur waktu dalam penanganan kasus tersebut.

"Kami kan tidak ujuk-ujuk dan semua sesuai dengan prosedur. Karena waktunya cuma tinggal tujuh bulan lagi (sebelum kedaluwarsa)," ungkap Anton.

Adapun rekontruksi dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet  yang menjerat Novel akan digelar pada Sabtu 2 Mei besok. Kasus ini terjadi pada 2004 silam saat Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Dia dituding terlibat dalam penganiayaan dan penembakan sang pencuri. 

Kasus ini sempat diusut pada 2012 saat konflik Polri dan KPK. Namun polisi menghentikan penyidikan setelah Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono meminta konflik KPK-Polri diselesaikan. Salah satunya, polisi diperintahkan untuk tak melanjutkan kasus ini. 

Presiden Joko Widodo juga sudah mengambil sikap dalam penangkapan Novel. Dia mengintruksikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menangguhkan penahanan Novel. 



(OGI)

Antara Riedl, Indonesia dan Label <i>Runner Up</i>
Piala AFF 2016

Antara Riedl, Indonesia dan Label Runner Up

7 minutes Ago

Sebelumnya sempat ada perjanjian jika Riedl gagal membawa Indonesia juara AFF, kontrak tiga tah…

BERITA LAINNYA
Video /