Novel Ditahan, Pengacara Sebut Kapolri Bohongi Jokowi

Yogi Bayu Aji    •    02 Mei 2015 05:19 WIB
novel baswedan
Novel Ditahan, Pengacara Sebut Kapolri Bohongi Jokowi
Foto capture video, Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/5). (Foto: ANTARA FOTO/Capture video/Antonio Tarigan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara Novel Baswedan, Muji Kartika Rahayu menilai Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah membohongi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, kliennya telah ditahan tak seperti yang diperintahkan Jokowi.

"Kami mau menyampaikan ke Jokowi, kalau Jokowi bilang Novel jangan ditahan dan Kapolri bilang tidak ditahan, itu bohong," kata Muji kepada wartawan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (1/4) malam.

Menurut dia, Bareskrim Polri justru sudah mengeluarkan surat penahanan untuk Novel. Namun, penyidik KPK itu menolak untuk menandatangani surat berita acara penahanan.

Kendati demikian, Muji menjelaskan, penyidik Bareskrim tetap menahan Novel di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Polisi tetap menahan Novel dan tidak mengikuti perintah Jokowi," tegasnya.

Novel diketahui dibawa ke Bengkulu siang tadi oleh Bareskrim Polri. Dia akan menjalani rekontruksi kasus dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet pada 2004 silam saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Novel dituding terlibat dalam penganiayaan dan penembakan sang pencuri. 

Kasus ini sempat diusut pada 2012 saat konflik Polri dan KPK. Namun polisi menghentikan penyidikan setelah Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono meminta konflik KPK-Polri diselesaikan. Salah satunya, polisi diperintahkan untuk tak melanjutkan kasus ini. 

Sementara, Jokowi sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk tidak menahan Novel. Dia tidak ingin proses 'rujuk' antara KPK-Polri terganggu. "Terkait Novel, sudah saya perintahkan kepada Kapolri, pertama untuk tidak ditahan, kedua proses hukum harus transparan dan lalu yang ketiga saya perintahkan KPK-Polri selalu bersinergi," kata Jokowi.


(OGI)

Antara Riedl, Indonesia dan Label <i>Runner Up</i>
Piala AFF 2016

Antara Riedl, Indonesia dan Label Runner Up

27 minutes Ago

Sebelumnya sempat ada perjanjian jika Riedl gagal membawa Indonesia juara AFF, kontrak tiga tah…

BERITA LAINNYA
Video /