Terkait HMP, DPRD DKI Disarankan Studi Banding ke Garut

LB Ciputri Hutabarat    •    04 Mei 2015 00:25 WIB
ahok-dprd
Terkait HMP, DPRD DKI Disarankan Studi Banding ke Garut
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (ketiga kiri) didampingi (dari kiri-kanan) Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik, Triwisaksana, Abraham Lunggana, serta Ferrial Sofyan di Kantor Wakil Presiden. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma).

Metrotvnews.com, Jakarta: Hak angket yang digulirkan DPRD DKI Jakarta kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tak jelas duduk perkaranya. Hak Mendengarkan Pendapat (HMP) pun tak kunjung dilaksanakan.

Pengamat tata negara, Masnur Marzuki, menyarankan DPRD DKI Jakarta untuk belajar kepada DPRD Kabupaten Garut. "Saya punya usul, DPRD studi banding aja ke Garut bagaimana mereka menjatuhkan Aceng Fikri karena etika," kata Masnur dalam sebuah diskusi di Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2015).

Masnur menyebut, DPRD Kabupaten Garut berhasil memakzulkan Aceng Fikri atas kasus pelanggaran etika. Padahal, hanya sedikit anggota DPRD yang mendukung saat itu.

"Kan sama-sama diangketkan. Tapi Aceng realitas politiknya sedikit yang sepakat. Nah, Ahok kan katanya tak hanya melanggar etika tapi juga Undang-Undang. Apalagi banyak yang sepakat. Ini jadi tantangan buat DPRD untuk menyambut itu sehingga publik tak menganggap basi hak angket ini," jelas dia.

Masnur khawatir kalau angket tak dilanjutkan, persepsi publik terhadap DPRD DKI Jakarta menjadi negatif. Oleh karena itu, dia pun mendorong DPRD DKI Jakarta melanjutkan hak angket ke arah Hak Menyatakan Pendapat (HMP).

"HMP sudah menjadi pendapat resmi politik oleh DPRD. Jika Pak Taufik dkk tak melanjutkan hak angket ke HMP, saya kira DPRD akan kehilangan legitimasi politiknya. Takutnya (hak angket) hanya dianggap gertak sambal," tandas dia.


(DRI)

Renato Sepakat ke Milan, MU Siap Gigit Jari
Bursa Transfer Pemain

Renato Sepakat ke Milan, MU Siap Gigit Jari

5 hours Ago

Dalam kesepakatan itu menyebut kalau Rossoneri akan membayar sebesar 35 juta Poundsterling atau…

BERITA LAINNYA
Video /