Aturan Jam Malam di Baltimore Dicabut, Garda Nasional Ditarik

Willy Haryono    •    04 Mei 2015 10:49 WIB
rasisme as
Aturan Jam Malam di Baltimore Dicabut, Garda Nasional Ditarik
Polisi bersiaga dalam menerapkan aturan jam malam di Baltimore, AS, 1 Mei 2015 -- AFP / Andrew Burton / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Metrotvnews.com, Baltimore: Wali Kota Baltimore Stephane Rawlings-Blake mencabut aturan jam malam yang diterapkan selama sepekan terakhir terkait unjuk rasa bernuansa rasisme.

Ribuan anggota Garda Nasional Amerika Serikat juga satu per satu mulai ditarik keluar dari kota di wilayah Pesisir Timur tersebut.

Rawling-Blake mengaku mendapat banyak keluhan agar jam malam dicabut, terutama dari pemilik toko dan restoran yang mengaku bisnisnya terganggu.

"Dari awal tujuan saya tidak ingin menerapkan jam malam terlalu lama daripada yang dibutuhkan," tulis Rawlings-Blake dalam akun Twitter, seperti dikutip AFP, Minggu (3/5/2015).

Sementara itu ratusan orang masih terlihat berunjuk rasa di depan Balai Kota. Aksi demonstrasi terbaru ini relatif damai.

Aturan jam malam diberlakukan setelah pengunjuk rasa membakar sejumlah mobil, melempari polisi dengan batu dan menjarah toko pada 27 April.

Kerusuhan dipicu protes kematian Freddie Gray, 23, yang menderita cedera serius hingga tewas saat ditangkap polisi pada 12 April.

Total 113 petugas terluka dan 486 pendemo ditangkap dalam bentrokan di Baltimore.


(WIL)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

2 hours Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /