JK: Reshuffle Tunggu Saatnya

Husen Miftahudin    •    04 Mei 2015 15:38 WIB
reshuffle kabinet
JK: Reshuffle Tunggu Saatnya
Wapres Jusuf Kalla.ANT/Andhika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Perombakan kabinet dipastikan tidak dalam waktu dekat, seperti ramai diberitakan. Tapi, pintu reshuffle tetap terbuka.

"Belum, belum kita bicarakan waktunya," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menerima Parlemen Jepang dan Econonomic Reserach Institute for Asean and East Asia (ERIA) di kantornya, Senin (4/5/2015).

JK mengaku, sampai saat belum pernah membicarakan soal perombakan kabinet dengan Presiden Joko Widodo. "Tapi, apabila dipandang perlu, ya sudah kita (lakukan reshuffle)," ujar JK.

JK memberi kode mungkin penggantian anggota kabinet baru dilakukan usai Lebaran nanti. "Tentu, dalam waktu ke depan inilah (reshuffle-Red.). Tapi ini belum dibicarakan. Pokoknya belum. Nantilah, soalnya teknis itu," JK tak mau merinci.

Perombakan kabinet, menurut JK, bukan barang terlarang. Reshuffle diperlukan untuk memberi ruang bagi orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Tujuannya untuk kesejahteraan rakyat.

"Karena perlu peningkatan kinerja, (dari itu) dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," terang JK.

Isu reshuffle kencang berembus. Sigi Poltracking Institute menyebutkan, 41,8 persen masyarakat setuju perembakan kabinet. Hanya 28 persen masyarakat yang tak menginginkan pergantian menteri.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) pun mendorong perombakan kabinet. Menurut FITRA, Presiden Jokowi harus secepatnya bongkar pasang pembantunya agar negara tak merugi lebih besar.

"Saya minta Jokowi jangan ragu mereshuffle menteri yang tak mampu mewujudkan Nawa Cita. Ini urgent," tegas Sekjen FITRA Yenny Sucipto, beberapa waktu silam.


(ICH)

Video /